Pilih Kursi ini di Pesawat Berarti Anda Egois

Kamis, 02 November 2017 - Dwi Astarini

BAGI Anda yang kerap bepergian dengan pesawat, pertanyaan 'jendela atau lorong' pastilah tak asing lagi. Pertanyaan itu sederhana, tapi jawaban Anda ternyata bisa mengungkap kepribadian Anda lo.

Sebagian avonturir menyukai kursi dekat jendela karena alasan privasi dan pemandangan selama penerbangan. Namun, ada juga yang lebih menyukai kursi di lorong. Alasannya, kursi orong memberi ruang lebih untuk meregangkan kaki dan keleluasaan untuk pergi ke toilet tanpa mengganggu ppenumpang lain.

Terlepas dari semua alasan itu, dua psikolog yang diwawancarai The Telegraph mengungkap bahwa mereka yang menyukai duduk dekat jendela lebih egois, sedangkan mereka yang doyan duduk di kursi dekat lorong cenderung lebih pendiam.

"Penumpang yang lebih memilih kursi dekat jendela suka memegang kendali, cenderung memiliki sifat mementingkan diri sendiri dalam hidup, dan sering kali mudah tersinggung," ujar Dr Becky Spelman, kepala psikolog di Harley Street’s Private Therapy Clinic.

Selain itu, Spelman juga menyebut avonturir yang duduk di kursi jendela suka membuat 'sarang' sendiri dan eksis di dunianya sendiri.

Senada dengan Spelman, psikolog Jo Hemmings mengungkapkan hal serupa.

"Penumpang menyukai pilihan kursi lorong sering kali lebih suka bergaul dan amat mudah menerima berbagai tipe orang," ujat Hemmings.

Ia juga menyebut penyuka kursi lorong ialah penumpang yang cenderung aktif, tidak bisa diam, dan amat ahli dalam hal tidur di pesawat.

Meskipun demikian, preferensi seseorang bukan satu-satuna faktor penentu pilihan kursi. Ketersediaan seat juga memerankan poin penting.

Namun, sebuah survey yang dilakukan Quartz di 2014 menunjukkan makin sering seseorang terbang, makin suka mereka memilih kursi di lorong.

Apa pun itu, faktanya, mayoritas penumpang pesawat lebih menyukai duduk di kursi dekat jendela.

Anda termasuk penyuka kursi jendela atau lorong?(*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan