Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Perkembangan Pesat AI Mulai Tekan Lapangan Kerja

Yusuf Abdillah - Rabu, 19 Agustus 2026

Merahputih.com - Perkembangan pesat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai membawa dampak terhadap pasar kerja, terutama bagi kaum muda di Korea Selatan.

Dilansir Xinhua, Bank sentral Korea Selatan, Bank of Korea (BOK) menyebut lapangan kerja bagi pekerja muda terus menyusut di industri yang memiliki tingkat paparan AI tinggi.

Baca juga:

Artificial Intelligence Diintegrasikan ke Kurikulum SD, SMP, SMA, dan SMK, Gibran: Manusia yang Tak Pakai AI akan Kalah

emuan tersebut didasarkan pada data kepesertaan National Pension Service (NPS) Korea Selatan serta survei terhadap penduduk yang aktif secara ekonomi.

Sektor yang Paling Terdampak

Dalam empat tahun terakhir, jumlah lapangan kerja bagi kaum muda di Korea Selatan berkurang sekitar 285.000. Sebanyak 94 persen atau sekitar 268.000 pekerjaan yang hilang berada di sektor-sektor dengan tingkat paparan AI tinggi.

Sektor layanan informasi menjadi salah satu yang paling terdampak. Lapangan kerja bagi pekerja muda di sektor tersebut turun 31,4 persen dalam empat tahun terakhir.

Baca juga:

Apa Itu DeepSeek AI? Pesaing Terberat ChatGPT yang Mengubah Dunia Artificial intelligence

Penurunan juga terjadi di sejumlah bidang lain. Lapangan kerja muda di sektor penerbitan menyusut 27,4 persen, pemrograman komputer turun 16,6 persen, sementara jasa profesional berkurang 11,6 persen.

Kesenjangan Generasi Makin Lebar

Ketika kesempatan kerja bagi kaum muda menyusut, jumlah pekerja berusia 50-an tahun justru terus meningkat di industri yang sama.

Kondisi ini mengindikasikan adanya kesenjangan antargenerasi yang semakin lebar di tengah transformasi AI. Laporan tersebut menekankan bahwa dampak AI bergantung pada cara penerapannya.

Baca juga:

BRIN Fokus Kembangkan Teknologi Nuklir hingga AI, Tingkatkan Daya Saing Indonesia

Penurunan lapangan kerja bagi kaum muda terlihat paling tajam di industri yang menggunakan AI untuk otomatisasi. Dalam skema ini, teknologi menggantikan sejumlah tugas yang sebelumnya dikerjakan manusia.

Menggantikan atau Membantu?

Sebaliknya, dampak negatif terhadap perekrutan pekerja muda relatif terbatas ketika AI digunakan sebagai alat augmentasi atau teknologi yang membantu manusia meningkatkan produktivitas dan kinerja.

Dengan demikian, persoalan utama bukan sekadar seberapa luas AI diadopsi oleh perusahaan. Faktor yang lebih menentukan adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan, apakah untuk menggantikan pekerjaan manusia atau membantu pekerja menjalankan tugasnya dengan lebih efektif.

Baca Artikel Asli