MerahPutih.com - Sepuluh anak berkebutuhan khusus dari Yayasan Art Brut Indonesia, melukis sebuah Bus Transjakarta di halaman Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (20/4). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kartini yang diadakan Transjakarta.
Acara tersebut digelar selama dua hari mulai har ini hingga Sabtu (21/4). Acara dimulai dari pukul 09.00 hingga pukul 13.00 WIB. Yayasan Art Burt Indonesia merupakan yayasan yang mewadahi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus.
Timothius atau akrab disapa Kak Toto, Mentor Yayasan Art Brut Indonesia mengatakan kegiatan ini diiniasi oleh Direktur Utama Transjakarta Budi Kaliwono yang mengapresiasi ibu-ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus.
"Dari Transjakarta sendiri pak Dirut (Budi Kaliwono) waktu itu bilang untuk mengapresiasi ibu-ibu yang punya anak-anak kebutuhan khsusus. Jadi bagaimana perjuangan mereka. Makanya anak-anak ini menjadi anak yang bisa dibanggakanlah," ujar Toto di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (20/4).
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk persembahan kasih untuk orang tua, Ibu jelang memperingati hari Kartini yang jatuh pada Sabtu 21 April besok.
"Juga temanya ibu perempuan tangguh jadi macam bentuk aktivitas ibu dan anak kita tampilkan disini. Nah pelukisnya sendiri adalah anak-anak yang berkebutuhan khusus. Autism dalam hal ini," jelasnya
Sepuluh dari 100 anak-anak tersebut dipilih oleh Yayasan Art Brut Indonesia, lantaran mereka sudah siap tampil melukis di depan publik. Selain itu, mereka dinilai juga lebih mandiri.
"Dan orangtua juga mendampingi," tuturnya.
Sementara itu, Ibunda Audrey peserta melukis, Siska mengatakan kegiatan seperti ini melatih mental Audrey dan anggota lain dalam menyalurkan lukisan mereka di depan publik.
"Acara ini melukis Transjakarta di Balai Kota ini bagus, karena melatih mental dari anak-anak disbel ini," kata Siska di Balai Kota DKI.
Sebelumnya, Siska tidak bisa melukis. Namun setelah masuk Yayasan Art Siska mulai bisa menggambar apa saja yang diinginkannya dan acara ini juga membantu anaknya menjadi keratif.
"Dulu tuh dia enggak bisa pegang pensil. Jadi setelah terapi, macam-macam terapi tuh mulai bisa pegang pensil, gambar kemana-mana. Dan acara ini bisa membuat anak kita makin bisa melihat gambar yang lain," kata Siska.
Pantauan Merahputih.com, para anak berkebutuhan khusus itu melukis sisi bus transjakarta berwarna putih itu dengan berbagai macam gambar. Di bagian bawah bus Transjakarta, mereka menghiasinya dengan lukisan berbagai macam bunga. Warnanya pun beragam. Ada merah, ungu, biru hingga kuning.
Sementara di bagian atasnya, mereka menggambar dengan kombinasi bukit, rumah beserta pohonnya dan ada seorang Ibu dengan dua anaknya. Ada juga gambar pelangi yang menambah unik bus transjakarta bernomor mobil JT0228.
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Budi Kaliwono menyatakan bahwa acara ini bertujuan untuk memberi ruang kepada siapa saja salah satunya anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus.
"Jadi memang ini kami ingin menunjukan bahwa kita memberikan ruang kepada siapaun yang ada untuk bisa berkarya," ujar Budi.
Budi mengaku, acara melukis di Transjakarta yang dilakukan oleh anak berkebutuhan khusus baru kali ini dibuatnya.
"Baru kali ini, harusnya mungkin kita daftarin kemuri juga baru sekali, saya belum pernah dengersih sebelumnya," ungkapnya. (Asp)