Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Presiden Prabowo Pimpin Upacara Militer di Lubang Buaya

Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026

MERAHPUTIH.COM - PRESIDEN Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10). Presiden memasuki lapangan upacara pada pukul 07.33 WIB. Upacara dimulai pukul 08.00 WIB.

Prabowo tampak mengenakan setelan jas berkelir abu-abu lengkap dengan peci. Prabowo berdiri di sisi tengah lapangan. Hadir juga Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Kolonel Marinir Edi Sidharta Halilintar bertindak sebagai Komandan Upacara dengan cadangan Komandan Upacara Kolonel Penerbang (Pnb) Sony Aji Pramono, dan Perwira Upacara Brigjen TNI Fitriana Nur Heru Wibawa.

Prabowo terlihat tiba didampingi Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Terlihat hadir dalam acara tersebut Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, dan Ketua DPD Sultan Baktiar Najamuddin.

Para anggota Kabinet Merah Putih yang hadir yakni Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko PMK Pratikno, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.

Baca juga:

Pedoman Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026: Tema, Tokoh Penting, dan Teks Doa

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, juga Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Tonny Harjono juga terlihat di lokasi.

Hari Kesaktian Pancasila ditetapkan sebagai pengingat atas peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau yang dikenal dengan G30S. Kala itu, tujuh perwira TNI Angkatan Darat menjadi korban penculikan dan pembunuhan yang mengakibatkan situasi politik Indonesia bergejolak.

Peristiwa berdarah itu kemudian menjadi titik balik bagi bangsa Indonesia dalam mempertahankan Pancasila dari upaya mengganti ideologi negara.

Presiden Kedua RI Soeharto kala itu menetapkan 1 Oktober 1965 sebagai Hari Kesaktian Pancasila, sebagai simbol bahwa Pancasila tetap kokoh dan tidak tergantikan oleh ideologi lain.(knu)

Baca juga:

1 Oktober Hari Apa? Ini Sejarah dan Makna Hari Kesaktian Pancasila



Baca Artikel Asli