MerahPutih.com - Pengamat intelijen Stanislaus Riyanta menilai ledakan granat di Lapangan Silang Monas yang hampir menewaskan dua anggota TNI tak ada hubungannya dengan sisa-sisa penjagaan aparat saat aksi Reuni 212 yang berlangsung sehari sebelumnya.
Seperti diketahui, aksi Reuni 212 yang berlangsung di Lapangan Silang Monas, Senin (2/12) melibatkan ribuan personel TNI-Polri. Mereka disiagakan di kawasan Monas nyaris seharian.
Baca Juga
"Gak ada hubungannya dengan penjagaan. Karena prosedurnya saat menjaga aksi atau demo, mereka tak membawa senjata api dan tak boleh membawa granat," jelas peserta program doktoral Ilmu Intelijen UI ini kepada Merahputih.com di Jakarta, Rabu (4/12).
Stanislaus melihat, tak ada faktor keaengajaan untuk melukai atau membuat ketakutan dengan menaruh granat di dekat Istana Negara.
"Kalau granat disana kelihatannya kronologis peristiwa bukan hal disengaja seprtti aksi teror dan lainnya. Kalau dari motif tak jelas dan sasaran tak signifikan," kata dia.
Ia menambahkan, jika itu aksi teror, maka serangannya sangat jelas dan menargetkan kelompok tertentu. Sementara, lokasi granat asap itu berada di sisi jauh tempat orang berwisata di Monas.
Baca Juga
"Saya melihat hanya faktor ketidaksengajaan. Bisa berarti mungkin jatuh dan iseng. Kecil banget kalau teror," imbuh dia.
Selain itu, jika serangan teroris, maka bentuk bahan peledaknya bukan granat melainkan bom rakitan.
"Kalau teror bentuknya bahan peledak. Mereka bentuknya bukan granat tapi bentuknya homade. Itu bukan senjata polri dan kalau granat biasa ditaruh di tempat latihan," ungkap dia.
Stanislaus berharap, masyarakat tak ada yang berspekulasi berlebihan soal bom ini. Apalagi sampai menyangkutpautkan retaknya sinergitas Polri.
"Tunggu hasil penyelidikan resmi karena TNI dan Polri yang lebih berwenang. Nanti kelihatan jenisnya apa granat asap atau yang lain," tutup dia.
Baca Juga
Sementara, dua korban ledakan granat asap di kawasan Monumen Nasional, Gambir, Jakarta Pusat masih sadar dan tengah menjali pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Subroto.
Salah satu korban yaitu Serka Fajar sempat duduk pasca terkena ledakan. Sementara itu, korban lainnya yaitu Praka Gunawan mencari pertolongan pasca terkena ledakan. (Knu)