Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Lainnya

Pengacara Akan Digantikan Robot

Fadhli - Minggu, 07 Desember 2014

MerahPutih Teknologi - Terdapat sebuah laporan baru yang menggambarkan keadaan profesi hukum pada tahun 2030, yang jelas profesi ini bukan untuk manusia. Begitu lah menurut laporan io9, seperti dikutip oleh Fox.

"Tidak lama lagi menjadi tidak realistis jika menganggap bahwa robot pekerja dan sistem pengolahan AI (Artificial Intelligence) mereka bisa mencapai titik produksi umum pada tahun 2030," ungkap Jomati Consultans.

Robot akhirnya bisa "melakukan pekerjaan pada asosiasi tingkat rendah. Mereka tidak akan bosan. Mereka tidak akan mencari kemajuan (atau) kenaikan gaji." Kekuasaan atas sebuah perusahaan hukum mungkin masih akan dihuni oleh pengacara manusia sungguhan, namun kebutuhan untuk rekan akan menyusut secara dramatis.

Dengan demikian, perusahaan hukum bisa melihat "keruntuhan struktural," begitulah menurut laporan Legal Futures . Mereka yang berada pada posisi teratas perusahaan akan menawarkan "pemahaman yang nyata dan wawasan manusia" untuk klien. Hal ini tentu saja akan cenderung untuk mendorong model bisnis AI.

Semua perubahan ini akan sanjgat berlaku pada, "sangat besar, perusahaan komersial bernilai tinggi," sedangkan yang lebih kecil, perusahaan spesialis mungkin kurang mengalami dampak itu. Begitu lah menurut temuan laporan ini. Kecerdasan buatan telah memiliki pengaruh besar pada firma hukum, seperti laporan New York Times pada tahun 2011.

Hal ini dapat kita andingkan dengan dua kasus. Pada tahun 1978 terdapat kasus yang memerlukan $ 2.200.000, yaitu nilai yang harus dibayar untuk pengacara dan paralegal yang memilah-milah 6 juta dokumen. Bandingkan dengan kasus 2011 di mana perangkat lunak dapat memilah lebih dari 1,5 juta dokumen dengan biaya kurang dari $ 100.000.

Jika benar ini akan terjadi, kita harus bersiap akan kehilangan banyak pekerjaan, sama seperti yang Stephen Hawking pernah katakan.

Baca Artikel Asli