MerahPutih.com - Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menilai, kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) di tahun 2019 merupakan hal yang mustahil. Pasalnya, menurut dia, ideologi komunisme sudah lama berada diliang kubur.
Penilaian itu disampaikan Haris untuk menanggapi pernyataan Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein yang menyebut PKI akan kembali bangkit di tahun 2019. Menurut Kivlan, jumlah pengikut PKI sudah mencapai 15 juta dan jika digabung dengan anak cucunya plus simpatisannya bisa mencapai 60 juta.
"Komunisme udah diliang kubur, tinggal di Korea Utara, di tempat lain kan habis semua," kata Haris saat ditemui di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (6/3).
Haris menegaskan, partai besutan DN Aidit ini tidak mungkin kembali bangkit. Pasalnya, Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran PKI masih berlaku. Oleh sebab itu, segala hal yang berbau paham komunis merupakan hal terlarang.
"Mana mungkin PKI bisa bangkit lagi, PKI sudah kita kuburkan tahun 1966. PKI sudah dinyatakan sebagai partai terlarang sejak 1966," tegas Profesor Riset bidang perkembangan politik Indonesia ini.
Karena itu, Haris menilai pernyataan eks Kepala Staf Kostrad itu yang menyebut partai berideologikan Marxisme-Leninisme itu akan bangkit bagaikan mimpi disiang bolong.
"Sudahlah itu mimpi disiang bolong. Sudah lupakan lah," ucap Haris.
Menurut dia, pernyataan Kivlan yang menyebut jumlah pengikut PKI sudah mencapai 15 juta dan jika digabung dengan anak cucunya plus simpatisannya bisa mencapai 60 juta itu tidak berdasar.
"Kita semua juga tau Kivlan itu siapa, dia bikin isu yang nggak jelas asal usulnya," ujar Profesor Riset bidang perkembangan politik Indonesia ini.
Sebagai informasi, Kivlan Zen memprediksi, PKI akan melakukan berbagai cara untuk merebut kekuasaan di 2019 nanti. Keyakinan itu karena saat ini saja sudah muncul simbol-simbol PKI. (Pon)
Baca juga berita terkait di: Kivlan Sebut Selain PDIP Masih Banyak Partai yang Tampung Kader PKI