MerahPutih Nasional- Meski memastikan aman banjir, sejumlah pompa di DKI Jakarta terus dibenahi. Tercatat, dari 555 pompa yang ada, sebanyak 141 pompa mengalami kerusakan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Agus Priyono Jendro mengatakan, pihaknya terus menggenjot perbaikan 141 pompa air yang rusak di lima wilayah DKI Jakarta. Saat ini perbaikan hanya tinggal menyisakan 14 pompa.
"Kami yakin pada puncak musim hujan yang diperkirakan jatuh pada Januari 2015, semua pompa yang ada sudah berfungsi," kata Agus Priyono di Jakarta, Minggu (7/12/2014).
Agus menjelaskan, perbaikan 141 pompa yang terdiri dari pompa stasioner, pompa mobile, dan pompa underpass tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja dan Perubahan (APBDP) 2014 sebesar Rp 5 Miliar. Namun, menurutnya anggaran tersebut hanya terpakai sebesar Rp 1 Miliar meski perbaikan tersebut masih menyisakan sekitar 14 pompa.
Selain perbaikan pompa air yang rusak, kata Agus, pihaknya juga menyiapkan dan menyebarkan 45 pompa mobile ke daerah-daerah rawan genangan air dan banjir. Sehingga, ketika genangan air terjadi, pompa mobile tersebut diharapkan langsung beroperasi menyedot air untuk dialirkan ke sungai atau kanal.
"Kami sudah menempatkan seluruh pompa-poma mobile tersebut di daerah rawan banjir," ujarnya.
Berdasarkan data Dinas PU DKI, 555 pompa air yang tersebar di DKI Jakarta rinciannya adalah sebagai berikut, di wilayah Jakarta Barat, terdapat 149 pompa air, terdiri dari 100 pompa stasioner, 45 pompa mobile, dan 4 pompa underpass. Dari jumlah itu, ada 104 yang berkondisi baik dan 45 pompa lainnya berkondisi rusak. Ratusan pompa itu tersebar di 32 rumah pompa, yang ada di delapan kecamatan wilayah tersebut.
Di wilayah Jakarta Pusat, terdapat total pompa air berjumlah 120 unit, yang terdiri dari 78 pompa stasioner, 24 pompa mobile, dan 18 pompa underpass. Pompa air yang dinyatakan masih dalam kondisi baik berjumlah 100 unit, sedangkan 20 unit rusak.
Pompa tersebut tersebar di 23 rumah pompa di wilayah Jakarta Pusat.
Lalu di Jakarta Selatan, jumlah pompa air di wilayah itu berjumlah 113 unit, dengan rincian 66 pompa stasioner, 27 pompa mobile, dan 20 pompa underpass. Dari total jumlah tersebut terdapat 41 pompa berkondisi rusak dan 77 pompa dinyatakan masih baik.
Selanjutnya, di Jakarta Timur, memiliki total pompa sebanyak 56 unit, terdiri dari 28 pompa stasioner, 18 pompa mobile, dan 10 pompa underpass. Dari jumlah tersebut ditemukan tujuh unit pompa dalam kondisi rusak dan 49 dinyatakan baik.
Kemudian, di wilayah Jakarta Utara, total pompa air di wilayah itu 117 unit, dengan rincian 100 pompa stasioner dan 17 pompa mobile. Pompa air yang rusak tercatat ada 28 unit, sedangkan yang masih berkondisi baik sebanyak 89 unit.