Merahputih.com - Kasus pembunuhan satu keluarga di Tulang Bawang, Lampung, akhirnya menemui babak akhir setelah polisi menembak mati pelaku berinisial AF (35) akibat menyerang petugas saat hendak ditangkap.
Tragedi berdarah ini tidak hanya mengejutkan publik karena kekejamannya, tetapi juga menyisakan kisah sangat pilu ketika anak korban yang selamat terpaksa melangsungkan ijab kabul pernikahan tepat di depan jenazah keluarganya.
Baca juga:
'Blue Road' Tayang di Netflix November 2026, Ungkap Misteri Pembunuhan Berantai di Korea-Jepang
Mengingat kembali rentetan kejadian ini, kasus pembunuhan Tulang Bawang memang sukses bikin geger warga Kampung Purwa Jaya pada awal Oktober 2026. AF yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan satu keluarga akhirnya meregang nyawa di Jalan Lintas Timur, Lampung Timur, ketika tim kepolisian melakukan penyergapan.
Bukannya kooperatif dan menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka ini justru nekat berupaya melukai petugas menggunakan senjata tajam, sehingga polisi harus mengambil langkah tegas untuk menghentikan jejak kejahatannya.
Kronologi Penangkapan Berujung Tindakan Tegas
Drama pelarian AF terhenti pada Selasa (06/10/2026). Tim dari Polres Tulang Bawang yang sudah memantau pergerakannya langsung mencoba melakukan penangkapan.
Namun, situasi di lapangan memanas karena pelaku menolak menyerah. Polisi juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti penting dari tangan pelaku, termasuk senjata tajam dan sepeda motor yang dipakai untuk beraksi.
Tindakan tegas terukur ini diberikan karena pelaku ini menyerang anggota menggunakan senjata tajam saat proses penangkapan di Jalan Lintas Timur, Kecamatan Purbalinggo, Lampung Timur. Untuk sementara itu yang bisa kami sampaikan perkembangan kasus ini,
Kasatreskrim Polres Tulang Bawang, AKP Apfryyadi Pratama.
Tragedi Berdarah di Balik Pintu Kamar

Kejadian nahas ini pertama kali terungkap pada Senin (05/10/2026) pagi, sekitar pukul 08.30 WIB. Tiga anggota keluarga ditemukan tak bernyawa di dalam rumah mereka di Kecamatan Banjar Margo.
Ketiga korban tersebut adalah Rachmat (69) selaku ayah, Hasanah (56) selaku ibu, dan putri remaja mereka, Devny Kishela Putri (14).
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan fakta mengerikan bahwa ketiga korban meninggal akibat sejumlah luka tusuk senjata tajam.
Rachmat ditemukan tewas mengenaskan di kamar utama, sementara istri dan anaknya ditemukan tak bernyawa di atas ranjang pada kamar yang berbeda.
Saat ini, kepolisian masih terus menggali motif pasti di balik aksi sadis yang menghabisi nyawa satu keluarga tersebut.
Janji Suci Pernikahan di Hadapan Jenazah
Di tengah duka yang begitu dalam, sebuah momen yang menguras air mata terjadi di rumah duka. Agustin Putri Rahmadini, anak dari Rachmat dan Hasanah sekaligus kakak dari Devny, tetap melangsungkan pernikahannya dengan sang kekasih, Nasrul Safaat.
Rencana bahagia yang sudah dirancang jauh-jauh hari ini harus berubah total menjadi momen perpisahan. Tidak ada gemerlap pesta atau resepsi mewah.
Baca juga:
Hampir 30 Tahun Jadi Misteri, Kasus Pembunuhan Tupac Akhirnya Temukan Titik Terang
Agustin dan Nasrul hanya menjalani prosesi ijab kabul sederhana yang dipenuhi isak tangis, tepat di depan ketiga peti jenazah keluarganya sebelum mereka dikebumikan.
Kapolsek Banjar Agung, AKP Irwansyah, mengonfirmasi bahwa pernikahan dadakan nan mengharukan ini adalah bentuk pemenuhan janji keluarga yang tidak bisa ditunda lagi.
"Ya akhirnya nazar, menyampaikan nazar mereka nikah di depan, sebelum dikubur, di depan jenazah. Nggak (ada resepsi), ijab-kabul aja dinikahin oleh wali di depan jenazah ibu-bapaknya," ucap dia.