Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Peduli Gajah, Tulus Serukan #TemanGajah

Dwi Astarini - Jumat, 20 Oktober 2017
GAJAH punya tempat khusus di hati penyanyi Tulus. Selain jadi inspirasi di balik salah satu lagu karya Tulus, Gajah juga jadi bintang sebuah videoklip yang ia buat pada 2014. Namun sayang, bertepatan dengan pemberian penghargaan bagi album Gajah sebagai album terbaik Anugerah Musik Indonesia, Tulus malah mendapat kabar menyedihkan. Yongki, gajah yang tampil dalam videoklip tersebut, ditemukan terbunuh dan diambil gadingnya.
Peristiwa itu menyulut rasa peduli Tulus yang kemudian bekerja sama dengan WWF Indonesia membuat kampanye #TemanGajah. Kampanye itu merupakan kelanjutan #JanganBunuhGajah yang digalakkan Tulus tahun lalu.

"Kepedulian lingkungan itu sebuah komitmen yang harus terus dijalani semampu, sekuat tenaga yang kita bisa," kata Tulus kepada Antara, menjelaskan latar belakang kampanye #TemanGajah di Jakarta, Kamis (18/10).

Dia mengaku sempat terkejut dengan respons atas kampanye serupa tahun lalu. Hal itulah yang menjadi alasan ia meneruskan usahanya untuk melindungi gajah sumatra. Kali ini, dia bekerja sama dengan portal penggalangan dana KitaBisa.com, perusahaan konsultan bisnis Big Change Indonesia, serta studio desain NUSAE dan Synchro.

Jika dibandingkan dengan kampanye tahun lalu, Tulus menyebut usahanya kali ini lebih ringan, hangat, dan menyasar segmen tertentu. Kotak-kotak donasi akan diletakkan di 20 sekolah dasar di Jakarta untuk menanamkan kesadaran peduli alam pada generasi muda.

Target dari penggalangan dana ini senilai Rp1 miliar. Untuk tahap pertama, dana yang diharapkan terkumpul setengahnya, kemudian kampanye akan diperluas ke ranah SMP, SMA hingga universitas.

Donasi juga dibuka lewat KitaBisa.com. Hasil penggalangan dana akan disalurkan untuk membeli kalung satelit GPS gajah yang didatangkan dari Afrika.

"Targetnya 20 kalung, satu kalung seharga Rp 40 juta-Rp 50 juta," ujar Tulus yang meyakini target itu bisa tercapai.

Kalung pendeteksi lokasi itu berfungsi memantau keberadaan gajah, sehingga ancaman untuk hewan itu bisa diantisipasi.

Wishnu Sukmantoro, Elephant Counselor Special Coordinator WWF, memaparkan populasi gajah sumatra menurun tiap tahun. Pada 1985, poulasi gajah berkisar 2.400-4.800 ekor. Pada 2016, jumlah gajah sumatra diperkirakan kurang dari 2.000 ekor.(*)

Baca Artikel Asli