MerahPutih.com - Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko buka suara ihwal tudingan soal keterlibatannya dalam kisruh Partai Demokrat.
Menurut Moeldoko, dirinya selalu memikirkan segala sesuatu dengan matang.
"Saya yakin prajurit TNI tidak akan mudah diprovokasi," kata Moeldoko dalam keterangannya, Selasa (30/3).
Baca Juga:
Elite Partai Demokrat Ungkit 'Dosa' Moeldoko dalam Operasi Sajadah 2011
Hal itu dikarenakan selama menjabat sebagai panglima TNI, Moeldoko mengklaim selalu membuat hal baik. Misalnya, membuat para prajuritnya sejahtera dan menanamkan kebaikan.
"Selama saya memimpin, saya selalu menanamkan kebajikan juga kesejahteraan dan profesionalisme, dan tidak pernah saya membuat prajurit merintih, dan seluruh prajurit tahu tentang itu," tuturnya.
Dia menegaskan, jalannya untuk terjun ke dunia politik dengan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat adalah murni sebagai hak selepas menjadi warga sipil.
"Ketika bertugas sebagai panglima, tugas besar yang saya lakukan adalah bagaimana menjaga stabilitas dan mengawal jalannya demokrasi yang dinamis," paparnya.
Saat ini, kata Moeldoko, sebagai sipil akan tetap konsisten dengan tugas tersebut. Yaitu tugas menjaga demokrasi.
"Ada orang-orang yang berpolitik dengan cara-cara mencari perhatian dan membonceng kanan-kiri, mengorbankan jiwa nasionalismenya, jiwa Pancasilanya, padahal tidak ada yang menggubrisnya," tuturnya.
Sejauh ini, Kemenkumham khususnya Direktorat Jenderal Administrasi Umum (AHU) belum memberi keterangan lebih lanjut mengenai status dokumen yang diserahkan oleh para penyelenggara KLB.
Baca Juga:
Kubu AHY Pertanyakan Klaim Moeldoko Soal Pergeseran Ideologi Demokrat
Kemenkumham dan Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih mencatat Agus Harimurti Yudhoyono dan jajarannya sebagai ketua umum serta pengurus resmi Partai Demokrat.
Terlepas dari belum jelasnya status kepengurusan di bawah pimpinan Moeldoko, ketua baru itu mengajak seluruh kader Partai Demokrat untuk bersatu. (Knu)
Baca Juga:
Mau Jadi Ketum Demokrat, Moeldoko Sebut Ada Ancaman Ideologis Bahayakan Bangsa