MerahPutih.com - Posko Terpadu Pengendalian Banjir Kabupaten Demak mencatat, per Sabtu (23/3), dampak banjir membuat sebanyak 14.852 mengungsi di 92 titik pos pengungsian. Pemerintah Kabupaten Demak dan Kabupaten Kudus mendirikan sebanyak 25 Dapur Umum di 25 titik sebaran.
Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengungkapkan, operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk mengurangi dampak banjir di Provinsi Jateng bakal diperpanjang hingga 27 Maret 2024.
Baca juga:
Perpanjang ini, untuk mendukung pengerjaan penutupan dan penguatan tanggul sungai yang jebol agar saat pengerjaan perbaikan tanggul jebol tidak terpengaruh cuaca. Apalagi tanggul yang sudah berhasil ditutup itu, selanjutnya dilakukan penguatan.
Banjir yang terjadi di Kabupaten Demak dan sekitarnya diklaim dipengaruhi oleh cuaca ekstrem mulai tanggal 8-18 Maret 2024. Kebetulan Kabupaten Demak berada di dataran rendah, sedangkan hujan turun di kawasan atas seperti di Pegunungan Kendeng yang ada di wilayah Blora maupun Rembang dan sekitarnya.
"Ketika hujan dengan intensitas tinggi di Pegunungan Kendeng, airnya lari ke sungai dan masuk ke Sungai Wulan. Bahkan, Kabupaten Grobogan juga terdampak cuaca ekstrem karena banjir menggenangi kota, kemudian Demak dan Kudus juga ikut terdampak," katanya.
Dengan intensitas hujan yang tinggi tersebut, juga mengakibatkan lonjakan debit air sungai, seperti di Sungai Wulan sehingga mengakibatkan tanggul jebol. Sementara permukiman warga kebanyakan berada di bawah tanggul.
Sejumlah tanggul sungai yang jebol, terdapat empat titik yang memberikan dampak cukup besar. Tiga titik tanggul jebol di antaranya di Kabupaten Grobogan dan satu titik di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak (*)
Baca juga: