Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Ngeri! Ledakan Pabrik Bikin Warga Pekayon Pasar Rebo Keracunan Gas Amonia, 24 Orang Dilarikan ke RS

Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026

Merahputih.com - Insiden kebocoran gas Pekayon bikin geger warga RT 01/RW 04, Pasar Rebo, Jakarta Timur, setelah sebuah ledakan pabrik memicu semburan kabut gas amonia beracun pada Senin (28/9/2026).

Tragedi pabrik gas Pasar Rebo bocor ini membuat puluhan orang mengalami sesak napas hingga mata perih, memaksa mereka berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Baca juga:

Harga BBM Subsidi Pertamina Tidak Naik, Poster Viral di Medsos Dipastikan Hoaks

Peristiwa mengerikan ini langsung menjadi sorotan karena warga keracunan gas amonia harus segera dievakuasi guna mendapat pertolongan medis secepatnya.

Efek dari ledakan gas Jakarta Timur ini memang nggak main-main dan sangat mengancam pernapasan. Warga yang tinggal berdempetan dengan lokasi kejadian mendadak diselimuti kabut putih pekat dengan aroma menyengat khas gas amonia yang bocor.

Kondisi udara yang berubah drastis jadi panas dan bikin tenggorokan kering kerontang ini membuat warga makin gelisah, berlarian menjauhi area pabrik di sekitar Jalan Raya Bogor demi mencari udara segar untuk bernapas.

Kronologi Ledakan Gas Jakarta Timur: Kabut Putih Muncul Bikin Mata Perih

(foto: Instagram @newsinaimagination)
(foto: Instagram @newsinaimagination)



Ketua RT 01/RW 04 Pekayon, Indrajaya, menceritakan detik-detik mencekam pasca ledakan yang terjadi sekitar pukul 14.10 WIB tersebut. Waktu itu, warga lagi santai menjalankan aktivitas harian di rumah masing-masing.

Kami semua (warga) mendengar ledakan, ketika ledakan itu berbunyi, terus beberapa detik itu langsung udara berubah, jadi menghirup gas amonia,

ungkap Indrajaya.

Menurutnya, setelah suara dentuman kencang, mendadak muncul semacam buih kabut putih atau partikel halus yang menyebar cepat ke area permukiman.

Dampak efek menghirup gas amonia langsung terasa; udara jadi panas, tenggorokan kering, dan mata luar biasa perih.

Indrajaya yang saat itu sedang berada di rumah langsung bertindak cepat menyuruh warganya keluar ruangan.

Karena sempat ada seperti buih kabut gitu kayak putih, warga yang merasakan aroma menyengat hingga masuk rumah dan memenuhi udara, langsung berhamburan keluar rumah,

tambahnya.

Panik Selamatkan Balita dari Ancaman Bau Menyengat

Saking kuatnya gas beracun ini, menutup rapat pintu rumah pun nggak mempan menahan bau amonia. Suranto (63), salah satu warga yang lagi asyik masak untuk jualan nasi goreng, ngaku kaget luar biasa saat mencium bau aneh yang menyebar hanya dalam hitungan puluhan detik setelah dentuman.

Awalnya biasa kita dengar aktivitas di kawasan pabrik, tapi pas sekitar 30 detik ada bau menyengat mulai tersebar ke lingkungan. Langsung gelisah kitanya. Kita tuh gelisah udah tidak karuan,

curhat Suranto.

Nggak mau ambil risiko melihat warga di sekitarnya mulai kesulitan bernapas, Suranto gerak cepat menggendong tiga cucunya yang masih balita (berusia delapan bulan, satu tahun, dan empat tahun) ke tempat yang lebih aman.

Pihak RT akhirnya berkoordinasi dengan RW, kelurahan, kecamatan, dan petugas kesehatan untuk mengevakuasi warga besar-besaran ke kantor Kecamatan Pasar Rebo agar terhindar dari paparan lanjutan.

Baca juga:

Ketua DPRD DKI Ingatkat Potensi Kebakaran Selama Kemarau El Nino

24 Warga Terdampak Pabrik Gas Pasar Rebo Bocor Dilarikan ke RS dan Puskesmas

Insiden ngeri ini jelas membawa korban. Pihak kepolisian mencatat ada puluhan warga yang harus mendapat penanganan medis setelah tanpa sengaja menghirup gas beracun tersebut.

Sebanyak 24 jiwa terdampak saat menghirup gas yang bocor di RT 001/004 Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur,

jelas Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP I Made Budi.

Dari total 24 korban, penanganannya disebar ke beberapa titik layanan kesehatan terdekat. Sebanyak 20 orang ditangani intensif di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo, tiga korban dievakuasi ke RS Tugu Ibu, dan satu warga harus dilarikan ke RS Harapan Bunda.

Kabar baiknya, menjelang sore atau sekitar pukul 16.00 WIB di hari kejadian, petugas menilai kondisi udara di sekitar area Pekayon mulai berangsur normal. Sebagian warga yang mengungsi di kecamatan pun akhirnya diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing setelah dipastikan aman dari sisa-sisa amonia.

Baca Artikel Asli