Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Mengintip 'Sepinya' Suasana Waisak di Wihara Tertua Jakarta

Wisnu Cipto - Kamis, 23 Mei 2024

MerahPutih.com - Hari ini Kamis (23/5), umat Buddha seluruh dunia tengah merayakan Tri Suci Waisak. Yakni perayaan memperingati tiga peristiwa penting: kelahiran Pangeran Siddharta, Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha, serta Buddha Gautama parinibbana (wafat).

Berlokasi di Jalan Kemanggisan III, RT 03/01, Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat, terdapat sebuah wihara atau rumah ibadat umat Buddha tertua di Ibu kota Jakarta. Lalu, bagaimana situasi perayaan Waisak di wihara bernama Vihara Dharma Bhakti pada hari raya Waisak kali ini?

Ternyata, pengunjung ke wihara yang dibangun pada 1650 tersebut tidak seramai pada saat perayaan Tahun Baru Imlek 2575 pada 10 Februari lalu. Pengelola wihara, Aien mengatakan memang pada Hari Raya Waisak kali ini tidak mempersiapkan acara khusus.

Menurut Aien, Vihara Dharma Bhakti atau dikenal juga dengan Kelenteng Petak Sembilan sering digunakan untuk ibadah menghormati leluhur yang paling ramai hanya saat perayaan Ulambana yang jatuh pada Agustus 2024.

Baca juga:

Pesan Beserta Harapan Presiden dan Wapres di Hari Raya Waisak 2024

"Tunggu Ulambana pada Agustus. Kalau itu nanti ramai. Kalau wihara ini kan khusus untuk ritual penghormatan leluhur aja, yang sudah meninggal. Jadi nanti Agustus ada 'suhu' (guru/ master) yang membacakan doa-doa," kata Aien, ketika ditemui media, dilansir dari Antara.

Meski tidak seramai Imlek atau saat perayaan Ulambana tetap tidak sedikit umat Buddha yang merayakan Waisak sambil berdoa di sana. Seorang pendoa bernama Evita menjelaskan perayaan Waisak mengandung tiga peristiwa penting, yakni kelahiran Buddha, pencapaian penerangan Buddha, dan wafatnya Buddha.

"Jadi hari Waisak ini, kita memperingati tiga kejadian penting tersebut yang di mana kita berterima kasih atas semua hal baik yang terjadi di hidup kita," kata Evita, saat berbincang di Vihara Dharma Bhakti.

Dalam ibadahnya kali ini, Evita juga membawa bunga-bungaan saat beribadah yang menurutnya merupakan tanda cinta kasih atau kehidupan yang harum.

Baca juga:

Spriritualitas Buddha Ajarkan Cara Menanggulangi Kegundahan

"Wujud cinta kasih yang harum, melambangkan semoga kita diberikan kehidupan yang harum, mulus jalannya, buah yang manis, permen yang manis, supaya hidup kita positif dan manis," tandasnya. (*)

Baca Artikel Asli