Menghadapi Siklon Filipina, BNPB Himbau Masyarakat Agar Waspada
>MerahPutih Nasional- Kepala Pusata Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Filipina akan diterjang Siklon Hagupit (Badai).>Saat ini siklon Hagupit atau Ruby (nama lokalnya) ada di Laut Filipina mengarah ke barat dengan kecepatan angin maksimum 241 km per jam. Siklon ini sangat berbahaya karena energinya dapat menimbulkan angin kencang, hujan deras, banjir, longsor, gelombang tinggi, hingga badai petir. Diperkirakan siklon akan berada di daratan Filipina pada Minggu pagi (7/12). Diperkirakan 49 provinsi akan terkena dampak siklon Hagupit diantaranya di beberapa provinsi di IVA Region, IVB, dan V sampai VIII.>"Saat ini ribuan masyarakat telah diungsikan," kata Sutopo dalam keterangan pers, Sabtu (6/12).
Terkait dengan hal tersebut Posko BNPB terus memantau perkembangan siklon Hagupit ini dengan menggunakan sistem In AWARE (Indonesia All Hazard Warning Risk Evaluation) hasil kerjasama dengan Pacific Disaster Center. BMKG telah mengeluarkan peringatan dini dampak siklon Hagupit.
>Hujan ringan hingga sedang berpotensi di wilayah Kalimantan Barat bagian selatan, Kalimantan Tenggara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat. Gelombang laut dengan tinggi 2-3 meter di Perairan Kep. Sangihe, Laut Maluku bagian utara, Laut Halmahera, Perairan timur Halmahera, Perairan Raja Ampat, dan Perairan utara Papua Barat.>"Gelombang laut dengan tinggi 3-4 meter di Perairan Kepulauan Talaud, Perairan utara Halmahera, Samudera Pasifik utara Halmahera dan Papua. Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada," jelas Sutopo.>Sekedar kilas balik Lintasan siklon Hagupit ada di sebelah utara dari lintasan Siklon Haiyan yang pernah mengerjang Filipina pada 7/11/2013 lalu dengan kecepatan 315 km per jam. Filipina sangat rawan diterjang siklon. Ribuan penduduk tewas akibat bencana ini.
>Dalam 10 tahun terakhir beberapa siklon besar yang menerjang Filipina antara lain siklon Haiyan (Nov 2013, 7.300 orang tewas), Bopha (Des 2012, 1.901 tewas), Washi (Des 2011, 1.268 tewas), Fengshen (Jun 2008, 1.410 tewas), Durian (Des 2006, 1.399 tewas), dan Winnie (Nov 2004, 1.593 tewas). (Bahaudin Marcopolo)>@foto: telukharunewscom.blogspot.com