MerahPutih.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai mengadopsi pola penyajian makanan seperti yang diterapkan di Jepang.
Badan Gizi Nasional (BGN) menguji coba sistem prasmanan di lebih dari 60 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dalam skema ini, makanan dibawa ke sekolah dalam kondisi hangat dan kemudian disajikan langsung di kelas.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan uji coba tersebut mulai dilakukan pada 5 Oktober 2026 di sejumlah wilayah, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta hingga Jayapura.
Baca juga:
BGN Siapkan 480 SPPG di 16 Provinsi, Fokus Perluasan MBG ke Wilayah 3T
Siswa Ikut Bertugas Saat Makan
Dalam skema baru tersebut, siswa tidak hanya menjadi penerima makanan. Mereka juga akan dilibatkan dalam proses penyajian melalui sistem piket.
Siswa akan dibagi dalam kelompok yang terdiri dari sekitar lima hingga enam orang untuk melayani teman-temannya saat makan.
Menurut Sudaryono, dikutip Selasa (6/10), konsep tersebut mengadopsi praktik yang diterapkan di Jepang. Siswa nantinya berpotensi menggunakan celemek dan sarung tangan ketika bertugas menyajikan makanan.
Jadi siswa itu ada piket kayak di Jepang,
Kepala BGN RI, Sudaryono.
Makanan Disajikan dalam Kondisi Hangat
Makanan dalam program MBG tetap dimasak terlebih dahulu di dapur SPPG sebelum dibawa ke sekolah.
Setibanya di sekolah, makanan disajikan dalam kondisi hangat melalui sistem prasmanan.
BGN menguji coba pola tersebut salah satunya untuk mengurangi jeda waktu antara proses memasak dan konsumsi. Dengan demikian, makanan diharapkan tetap lebih segar dan risiko makanan rusak yang dapat memicu gangguan kesehatan bisa ditekan.
Baca juga:
Insentif Pengusaha Dapur MBG Jadi Rp 2.000 Per Porsi, Bisa Lebih Gede atau Kecil?
Jadi Bagian dari Edukasi Siswa
Selain aspek keamanan pangan, sistem prasmanan juga dimaksudkan menjadi bagian dari edukasi bagi siswa.
Mereka dilatih untuk terlibat dalam proses penyajian sekaligus bertanggung jawab terhadap kegiatan makan bersama di sekolah.
Sudaryono mengatakan hasil sementara uji coba menunjukkan tingkat makanan yang habis cukup baik.
Menurutnya, sistem prasmanan juga berpotensi mengurangi makanan terbuang karena siswa dapat mengambil makanan sesuai kebutuhannya dan bahkan menambah jika makanan masih tersedia.
Baca juga:
Kepala BGN Minta Kepala Daerah Sidak Dapur MBG, Bahkan Bisa Dilakukan Jam 2 Pagi
Belum Dipastikan Gantikan Sistem MBG Saat Ini
Meski telah diuji coba di lebih dari 60 dapur SPPG, BGN belum memastikan apakah sistem prasmanan tersebut nantinya akan menggantikan pola distribusi MBG yang saat ini berjalan.
Namun, Sudaryono berharap penerapan model tersebut dapat diperluas ke lebih banyak sekolah.
“Kita berharap akan semakin banyak kita laksanakan seperti itu,” kata politikus Gerindra ini. (Knu)