MerahPutih.com - Manchester United bisa saja dianugerahi dua gelar Premier League tambahan, setelah rival abadi mereka, Manchester City, dinyatakan bersalah karena melanggar peraturan keuangan.
Selain itu, Liverpool juga bisa mendapatkan trofi Premier League lainnya, yang membuat Steven Gerrard meraih medali juara yang sangat didambakannya itu.
Ia sendiri tak pernah meraih juara Premier League sepanjang kariernya di Liverpool.
Baca juga:
Manchester City Hadapi 114 Dakwaan, Erling Haaland hingga Bintang Lain Berisiko Hengkang
Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 Dakwaan
Namun, sanksi belum diputuskan secara final dan City berencana mengajukan banding.
Proses di Premier League masih berlangsung, dengan sejumlah aspek penting yang harus diselesaikan, serta tunduk pada ketentuan kerahasiaan yang ketat. Oleh karena itu, posisi Manchester City tetap konsisten dengan pernyataan klub pada bulan Februari 2023.
kata seorang juru bicara Manchester City
Juru bicara tersebut juga mengatakan, bahwa City menghormati prosedur yang berlaku selama delapan tahun. Mereka yakin jika dewan dan eksekutif Premier League akan bertindak secara adil.
City sendiri telah diselidiki terkait berbagai pelanggaran yang terjadi antara 2009 hingga 2018, termasuk kegagalan dalam menyajikan informasi keuangan yang akurat serta rincian pembayaran kepada para pemain dan pelatih.
Baca juga:
Gara-gara Kasus Manchester City, Steven Gerrard Bisa Dapat Gelar Premier League Pertamanya
Pelanggaran terhadap peraturan Financial Fair Play UEFA dan aturan Profitability and Sustainability di Premier League juga termasuk dalam daftar tuduhan tersebut.
The Citizens memenangi tiga gelar Premier League, satu Piala FA, tiga Piala Carabao, dan dua Community Shield selama periode tersebut, ketika mereka dinyatakan bersalah melanggar aturan keuangan.
Manchester United dan Liverpool Berpeluang Sabet Gelar Premier League
Sementara itu, Liverpool akan dianugerahi gelar juara 2014 setelah finis di posisi kedua pada musim tersebut.
City telah berulang kali membantah tuduhan tersebut, kemudian berencana mengajukan banding.
Jika gelar-gelar tersebut dicabut dan dialihkan kepada tim yang finis di posisi kedua, maka Sir Alex Ferguson akan menambah koleksi menjadi 14 trofi Premier League.
Itu adalah musim ketika Sergio Aguero mencetak gol kemenangan luar biasa di detik-detik terakhir, yang membuat City mengungguli MU dalam perebutan gelar juara.
Hal itu juga membuat Ryan Giggs, Wayne Rooney, dan Rio Ferdinand, mendapatkan gelar juara Premier League.
Baca juga:
Manchester City Didakwa Langgar Aturan Keuangan, Manchester United Hitung Potensi Kerugian
Gelar juara lainnya bagi MU diraih pada musim 2017/18, yang memberikan trofi keempat bagi Jose Mourinho, dengan melengkapi tiga gelar yang sebelumnya ia menangkan bersama Chelsea.
Deretan bintang seperti Paul Pogba, Marcus Rashford, Romelu Lukaku, serta Scott McTominay pun berhak menyandang status sebagai juara Premier League.
Lalu, Jurgen Klopp mempersembahkan gelar juara Premier League pertama bagi Liverpool pada 2020, yang merupakan gelar liga pertama mereka sejak 1990.
Sebelumnya, Brendan Rodgers sempat memecahkan rekor pelatih asal Jerman tersebut saat membawa Liverpool finis sebagai runner-up di bawah City pada 2014.
Momen tersebut juga akhirnya memberikan medali juara yang selama ini sulit digapai oleh Steven Gerrard, sekaligus menjadi penghargaan bagi Luis Suarez atas salah satu penampilan individu terbaik sepanjang sejarah Premier League.
Dokumen Keuangan Manchester City Dibocorkan Media Jerman
Kasus tersebut akhirnya dilimpahkan kepada sebuah komisi independen untuk mengadili tuduhan-tuduhan tersebut.
Laporan The Times menyebutkan, bahwa pihak klub telah diberitahu mengenai hasilnya setelah pertemuan Premier League pada Kamis (24/9) lalu.
Pada 2023, mereka mengaku "terkejut" dengan adanya tuduhan tersebut. Namun, dampak yang mungkin timbul jika mereka dinyatakan bersalah sangatlah besar.
Terlepas dari kemungkinan adanya desakan dari klub-klub rival agar gelar juara diberikan kepada mereka, langkah yang lebih mungkin diambil adalah pengurangan poin dalam jumlah besar saat keputusan ditetapkan.
Denda finansial yang sangat besar diperkirakan akan dijatuhkan, bisa mencapai 100 juta poundsterling (Rp 2,3 triliun). Kemudian, mereka juga bisa dikeluarkan dari Premier League. (sof)