MerahPutih.com - Manchester City bisa terlempar ke kompetisi di luar liga utama (non-liga) jika EFL menolak keikutsertaan mereka.
Klub raksasa yang bermarkas di Etihad ini menghadapi masa depan yang tidak menentu, setelah dinyatakan bersalah oleh panel independen atas hampir seluruh dari 130 dakwaan Premier League terkait pelanggaran aturan keuangan.
City bersikeras, bahwa mereka tidak bersalah dan akan berjuang keras mengajukan banding atas putusan tersebut. Namun, dampak yang mungkin timbul masih belum jelas.
Baca juga:
Manchester City Terancam Sanksi, Manchester United dan Liverpool Bisa Raih Gelar Premier League
Manchester City Terancam Dikeluarkan dari Premier League
Opsi lainnya adalah pengurangan poin dalam jumlah sangat besar, yang pada dasarnya memastikan klub tersebut terdegradasi ke Championship.
Namun, Premier League bisa saja memutuskan untuk mengupayakan pengeluaran sepenuhnya dari kompetisi kasta tertinggi tersebut.
Sayangnya, hal tersebut bisa menjadi sangat rumit. Jika dikeluarkan dari Premier League, maka City harus mengajukan permohonan keanggotaan kepada EFL.
Selanjutnya, EFL yang akan memutuskan apakah akan menempatkan City di Championship, League One, atau League Two. Lalu, bisa juga menolak permohonan mereka sepenuhnya.
Baca juga:
Superkomputer Prediksi Manchester City Juara Premier League 2026/27, Arsenal Jadi Runner-up
Opsi terakhir ini kemungkinannya sangat kecil, tetapi masih tetap menjadi sebuah kemungkinan.
Jika hal itu terjadi, langkah selanjutnya bagi City adalah mengajukan permohonan untuk bergabung dengan National League di kasta kelima.
Pengurangan poin membuat City tahu, bahwa mereka kemungkinan besar hanya akan turun satu tingkat ke divisi Championship.
Sebaliknya, pengusiran dari liga membuat nasib mereka bergantung pada keputusan EFL mengenai liga mana yang akan menjadi tempat mereka berkompetisi.
Selain itu, pengurangan poin pada akhirnya akan membuat musim saat hukuman tersebut dijatuhkan tetap berjalan dan relevan bagi City, meskipun degradasi mungkin tak terelakkan.
Namun, pengusiran di pertengahan musim bisa menimbulkan kekacauan logistik. Sebab, klub tidak dapat melakoni pertandingan melawan lawan-lawan di Premier League dan harus menunggu dalam ketidakpastian hingga musim kompetisi berikutnya dimulai.
Manchester City Tolak Bersalah atas 114 Dakwaan Premier League
Soriano menyampaikan pidato tak terduga dalam pertemuan puncak tersebut untuk menanggapi vonis bersalah yang membayangi klubnya.
Menurut sumber-sumber yang hadir dalam pertemuan tersebut, Soriano menegaskan ketidaksetujuannya terhadap keputusan komisi. Lalu, menyatakan keyakinannya bahwa City pada akhirnya akan memenangi perjuangan mereka.
Butuh waktu delapan tahun untuk sampai di titik ini, dan masih akan butuh waktu lebih lama lagi.
kata Soriano
Hal ini mengisyaratkan sikap teguh City yang menyatakan, bahwa tuduhan terhadap mereka tidak berdasar, terlepas dari temuan komisi tersebut.
City pun yakin jika putusan tersebut dapat dipublikasikan dalam hitungan hari, meskipun diperkirakan tidak akan keluar dalam waktu 48 jam ke depan.
Baca juga:
Manchester City Hadapi 114 Dakwaan, Erling Haaland hingga Bintang Lain Berisiko Hengkang
Klub yang bermarkas di Etihad itu merasa terhambat oleh perjanjian kerahasiaan yang berlaku, yang mencegah mereka untuk memaparkan pembelaan serta menanggapi aspek-aspek keputusan yang sangat mereka tentang.
Para petinggi City tetap sangat yakin, bahwa pada akhirnya mereka akan terbukti tidak bersalah. Lalu, komentar Soriano mencerminkan sikap tersebut.
Namun, peringatannya mengenai jangka waktu yang panjang mengisyaratkan bahwa, bagi City, sama sekali tidak ada keinginan untuk mengakhiri proses ini kecuali jika mereka dinyatakan bersih dari segala tuduhan. (sof)