Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Makna Lagu PAYUNG dari Ghea Indrawari, Lirik Metafora Tentang Melindungi Cinta

Wisnu Cipto - Minggu, 28 Juni 2026

MerahPutih.com - Musisi Tanah Air Ghea Indrawari kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam bercerita lewat musik dengan merilis single terbaru berjudul “PAYUNG” pada 5 Juni 2026. Lagu ini masuk sebagai trek ketujuh dalam album studio keduanya bertajuk RASI BINTANG.

Album RASI BINTANG sendiri menjadi penanda konsistensi Ghea dalam menghadirkan karya yang relevan dengan pengalaman emosional banyak orang, terutama generasi muda yang akrab dengan tema kehilangan dan keikhlasan.

Baca juga:

Ghea Indrawari Hadirkan Pesan Syukur dan Cinta Lewat Lagu 'DAUN DAUN'

Metafora Tameng dan Payung

Lewat “PAYUNG”, Ghea menghadirkan nuansa puitis dan emosional yang menggambarkan kisah seseorang yang berusaha menerima kenyataan berakhirnya sebuah hubungan, meski perasaan belum sepenuhnya mampu melepaskan.

Dengan aransemen lembut dan lirik yang menyentuh, lagu ini menghadirkan gambaran tentang cinta yang tulus, yang tetap ada meski harus mengikhlaskan kepergian.

Baca juga:

Makna dan Lirik Lagu '1000x', Ghea Indrawari Mengajak Berdamai dengan Hubungan yang Sederhana

Lirik “PAYUNG” menggunakan metafora tameng dan payung sebagai simbol pelindung. Tokoh dalam lagu tetap ingin menjaga dan melindungi orang yang dicintainya, meski tak lagi berada di sisi yang sama. Berikut lirik lengkapnya:

PAYUNG - Ghea Indrawari

Jika tak berakhir denganku

Pastikan kau tak terjaga hingga pagi buta

Jaga diri karena ku bukan tamengmu lagi

Saat hujan tak bisa jadi payungmu lagi

Bohong jika ku berkata

Semoga kau bahagia meski bukan denganku

Rindukan aku di peluk yang bukan pelukku

Pulanglah ke rumah yang tak sehangat ragaku

Jika tak berakhir denganku

Pastikan kau tak terjaga hingga pagi buta

Jaga diri karena ku bukan tamengmu lagi

Saat hujan tak bisa jadi payungmu lagi

Bohong jika ku berkata

Semoga kau bahagia meski bukan denganku

Rindukan aku di peluk yang bukan pelukku

Pulanglah ke rumah yang tak sehangat ragaku

Bohong jika ku berkata

Semoga kau dapat yang lebih baik dariku

Mungkin kau temui orang yang paling kau cinta

Tapi cintanya tak kan lebih besar dariku

Bohong jika ku berkata

Semoga kau bahagia meski bukan denganku

Rindukan aku di peluk yang bukan pelukku

Pulanglah ke rumah yang tak sehangat ragaku

Harusnya itu aku yang menjadi tamengmu

Harusnya itu aku yang mеnjadi payungmu.

(far)

Baca Artikel Asli