MEDIA sosial Facebook tengah dilanda kasus penyalahgunaan data pemakai. Hal itu memicu kegeraman dari sejumlah pengguna mereka. Tak terkecuali Playboy.
Playboy, majalah gaya hidup untuk laki-laki dewasa, menangguhkan aktivitas mereka di Facebook akibat kebocoran data puluhan juta pengguna di platform jejaring sosial tersebut.
"Berita terbaru tentang dugaan penyalahgunaan data pengguna Facebook menguatkan keputusan kami untuk menangguhkan aktivitas kami di platform tersebut kali ini," kata Playboy dalam keterangan, seperti dikutip dari AFP.
Grup hiburan dewasa itu menyatakan telah lama kesulitan saat berurusan dengan Facebook karena platform tersebut menerapkan panduan konten dan kebijakan yang ketat.
"Ada lebih dari 25 juta penggemar yang terjalin dengan Playboy melalui berbagai laman Facebook kami. Kami ingin tidak mau terlibat dalam mengekspos mereka ke sejumlah praktik yang telah dilaporkan," imbuh Playboy.
Dalam keterangan tersebut, Playboy menyatakan menonaktifkan semua akun Facebook yang dikelola perusahaan tersebut.
"Playboy selalu mendukung kebebasan pribadi. Hari ini kami mengambil langkah lain dalam perjuangan yang masih berlangsung," tegas mereka.
Facebook menghadapi protes besar-besaran dan seruan penyelidikan setelah data pribadi sekitar 50 juta pengguna diretas perusahaan konsultasi yang terkait dengan kampanye Donald Trump pada 2016.
Sebelumnya, pihak Facebook pernah mengakui bahwa platform media sosial itu berdampak negatif bagi perkembangan demokrasi. Oleh karena itu, pendiri Facebook Mark Zuckerberg berjanji akan melakukan perbaikan untuk hal itu, khususnya dalam hal penyebaran hoax di jejaring sosial besutannya.
Dalam menanggapi penyalahgunaan data pengguna, Zuckerberg telah meminta maaf. Ia bahkan mengumumkannya dalam sebuah iklan satu halaman penuh di sejumlah surat kabar.(*)