Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Maarten Paes Jatuh Bangun di ASEAN Cup 2026, Indra Sjafri Kasih Rapor Timnas: Mental 7.5, Sistem 6

Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026

Merahputih.com - Meski sukses menahan imbang lawan dengan hanya 10 pemain, sistem permainan Timnas Indonesia vs Malaysia pada lanjutan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 ternyata masih menyisakan banyak pekerjaan rumah (PR) yang wajib segera dibenahi.

Mantan pelatih skuad Garuda kelompok umur, Indra Sjafri, secara blak-blakan menyoroti taktik bertahan total yang dipakai setelah insiden kartu merah, sambil tetap mengapresiasi mental baja Maarten Paes dan kawan-kawan.

Baca juga:

Rahmad Darmawan Bela Strategi Timnas Indonesia Kontra Malaysia dan Soroti Chant STY di SUGBK

Laga sengit yang berujung pada hasil seri Indonesia Malaysia dengan skor kacamata 0-0 ini berlangsung super panas di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin lalu.

Sejak menit ke-37, Timnas Indonesia terpaksa bermain pincang gara-gara kartu merah Thom Haye, yang akhirnya membuat evaluasi Indra Sjafri terhadap skuad Garuda makin tajam.

Sang pelatih legendaris ini bahkan tak ragu memberikan rapor yang cukup kontras untuk performa timnas hari itu.

Nilai saya, 7,5 untuk mental, 6 untuk sistem,

ungkap Indra Sjafri dalam keterangan resmi PSSI.

Kritik Sistem Bertahan Total alias Parkir Bus

Bukan tanpa alasan Indra memberikan nilai 6 untuk urusan taktikal. Setelah kehilangan satu pemain, skuad Garuda nyaris menghabiskan sisa waktu pertandingan dengan menumpuk pemain di area pertahanan sendiri untuk menahan gempuran Harimau Malaya.

"Untuk sistem saya beri enam. Kenapa? Karena kita lebih banyak bertahan dan menumpuk pemain di belakang. Itu memang bisa menjadi solusi dalam situasi seperti ini, tetapi masih ada yang harus kita perbaiki," jelas pelatih yang pernah menyumbang emas di SEA Games 2023 tersebut.

Meski begitu, laga krusial Grup A ini tak melulu soal bertahan. Indonesia sempat beberapa kali menebar ancaman lewat pergerakan Dean James dan Kevin Diks. Namun, sorotan utama tetap tertuju pada barisan pertahanan.

Penjaga gawang Maarten Paes tampil bak pahlawan dengan rentetan penyelamatan gemilangnya, ditambah aksi heroik Justin Hubner yang melakukan clearance krusial tepat di garis gawang pada menit-menit akhir pertandingan.

Di balik kritiknya soal sistem, Indra tak sungkan memberikan acungan jempol (nilai 7,5) untuk daya juang para pemain yang menolak menyerah meski kalah jumlah.

"Kalau dengan 10 pemain sejak menit 37 sampai 90 lebih, kita tidak kebobolan, itu luar biasa. Itu menunjukkan mental dan perjuangan yang sangat kuat. Yang paling penting, saya memberikan apresiasi kepada pemain. Mereka berjuang, disiplin dan tidak menyerah. Itu harus kita hargai," ucap dia.

Menatap Laga Penentuan Kontra Bangladesh

Hasil imbang ini membuat kedua tim negara serumpun tersebut sama-sama mengantongi empat poin dari dua laga. Bedanya, Malaysia berhak nangkring di posisi puncak klasemen sementara Grup A karena unggul selisih gol.

Kini, fokus utama tim pelatih adalah melakukan evaluasi menyeluruh sebelum jadwal Timnas Indonesia berikutnya, yakni melakoni laga pamungkas fase grup melawan Bangladesh pada Kamis (1/10). Pengalaman lepas dari tekanan Malaysia diharap bisa jadi modal berharga.

Baca juga:

Suporter Timnas Teriak Shin Tae-yong Kembali Melatih Timnas Indonesia, Ketum Jakmania Kasih Jawaban Menohok

"Setelah itu baru kita evaluasi. Bagaimana kalau menghadapi lawan dengan kualitas yang berbeda? Bagaimana ketika kita kehilangan satu pemain? Bagaimana tim tetap bisa keluar dari tekanan dan melakukan pressing? Itu yang harus terus dikembangkan," tuturnya.

"Jadi saya puji perjuangannya. Mental pemain luar biasa. Tetapi jangan berhenti di situ. Kita harus belajar dari pertandingan ini supaya sistem kita semakin matang," tutupnya.

Baca Artikel Asli