MerahPutih.com - Uji coba perdana operasional layanan kereta LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai telah dilakukan pada Kamis (10/9) kemarin.
Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko menyatakan, uji coba ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan layanan transportasi publik berbasis kereta api modern kepada masyarakat.
Baca juga:
LRT Kelapa Gading-Manggarai Diresmikan September 2026, Waktu Tempuh 28 Menit
Kapan Masyarakat Bisa Naik LRT Kelapa Gading-Manggarai?
Mereka dapat merasakan secara langsung layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai. Namun, untuk jadwal operasional lebih lanjut masih belum ditentukan. Jakpro sebagai pemilik proyek akan menetapkan jadwal berikutnya.
Pada keterangan sebelumnya, kami menginformasikan terkait jadwal waktu operasional terbatas. Namun saat ini informasi tersebut masih bersifat dinamis dan belum pasti, karena menunggu hasil keseluruhan uji coba.
jelas Paulus, Jumat (11/9)
Ia menegaskan, seluruh tahapan pembangunan proyek senilai Rp 4,1 triliun itu telah rampung dikerjakan. Paulus pun memastikan, LRT Jakarta Fase 1B aman serta nyaman digunakan. Sebab, sudah melewati berbagai rangkaian tes menyeluruh dan terstruktur.
"Akhirnya masyarakat bisa segera merasakan langsung sarana transportasi LRT Jakarta Fase 1B yang kami bangun penuh ketelitian dan perhitungan demi memberikan pengalaman terbaik bagi penumpang. Kami percaya, setiap meter jalur LRT merupakan bagian dari tanggung jawab Waskita Karya sebagai kontraktor," ujar dia.
Baca juga:
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Mulai Uji Coba, ini Jadwalnya
Sedangkan dalam proses konstruksi, pihaknya selalu mengutamakan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan.
Konsistensi itu terlihat dari angka pencapaian 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan (lost time injury) pada pekerjaan LRT Jakarta 1B.
Capaian tersebut menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan proyek yang berada di tengah padatnya lalu lintas Jakarta serta ruang terbatas seperti pembangunan LRT Jakarta Fase 1B.
Hal ini turut memperkuat rekam jejak kami sebagai BUMN Konstruksi dengan pengalaman lebih dari 65 tahun membangun beragam infrastruktur.
jelas Paulus
Ia menyebutkan, Perseroan membangun jalur LRT Jakarta sepanjang 6,4 kilometer dilengkapi lima stasiun, yaitu Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, serta Manggarai. Semua stasiun itu Jakarta dirancang agar bisa terintegrasi dengan angkutan umum lainnya.
Lalu, kehadiran LRT tidak hanya mendukung modernisasi dan konektivitas perkotaan tapi juga akan berdampak positif terhadap lingkungan.
Baca juga:
Pemprov DKI Buka 3 Tahap Uji Coba LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai
"Penggunaan transportasi umum dapat mengurangi emisi karbon, sehingga mendorong target Net Zero Emission (NZE) yang sejalan dengan target pemerintah," tutur Paulus.
Selama masa uji coba, LRT Jakarta beroperasi dengan kecepatan maksimum 40 kilometer per jam dan berkapasitas layanan maksimal 100 penumpang.
Uji coba ini tidak hanya memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat, tetapi juga memastikan kesiapan layanan secara menyeluruh, baik dari sisi sumber daya manusia (people), proses pelayanan (process), maupun sarana dan fasilitas pendukung (facility). (Asp)