MerahPutih.com - Biaya peringatan HUT ke-79 RI yang menembus Rp 87 Miliar di Ibu Kota Nusantara (IKN) menuai kritikan.
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menilai anggaran sebanyak itu justru bertentangan dengan kondisi ekonomi di tanah air yang tengah sulit.
“Saat ini kondisi rakyat sedang mengalami kesulitan akibat badai pemutusan hubungan kerja (PHK), mengapa negara justru menghamburkan uang untuk seremoni?,” kata Netty kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/8).
Baca juga:
Hampir 300 Ribu Orang Bakal Datangi Bandara Balikpapan Jelang HUT RI di IKN
Jika pemerintah peka maka seharusnya bisa memberikan fokus pada penyelesaian berbagai persoalan dan pekerjaan rumah (PR) di masyarakat akibat lesunya pertumbuhan ekonomi.
"Bukankah ini lebih prioritas untuk ditanggulangi?," kata Politisi PKS itu.
Dia mengingatkan, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat terjadi PHK bagi 101.536 karyawan pada Januari hingga Juni. “Jumlah pekerja yang terdampak PHK diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir 2024,” jelas Netty.
Khususnya sektor tekstil dan pakaian jadi yang mengalami pelambatan pertumbuhan sehingga harus melakukan PHK pekerja, bahkan penutupan pabrik.
“Ironinya, belum ada intervensi dari pemerintah untuk mengatasinya, malah sibuk buat acara megah di IKN. Pemerintah harusnya prioritaskan ini,” ungkap Netty yang juga anggota badan Anggaran DPR ini.
Netty menyebut, alasan kemiskinan dan kesulitan ekonomi juga membuat masyarakat banyak yang terjerumus pinjaman online (pinjol).
Baca juga:
Mengintip Kerajinan Patung Garuda Pancasila Jelang HUT Kemerdekaan RI ke-79
Pemerintah dianggap Netty malah sibuk euforia dengan membuat acara di IKN, sementara kesulitan rakyatnya terabaikan.
“Padahal peringatan kemerdekaan Indonesia bisa dilakukan dengan cara sederhana tapi sarat makna,” tutur Netty.
Sekedar informasi, Presiden Joko Widodo menjelaskan membengkaknya anggaran tersebut lantaran peringatan HUT RI tersebut dilakukan di dua tempat, yaitu Jakarta dan Ibu Kota Negara (IKN), Kalimantan Timur.
Untuk peringatan HUT RI di IKN itu sendiri, Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata menjelaskan telah disiapkan anggaran sebesar Rp87 miliar.
Anggaran ini naik dibandingkan upacara HUT RI di Jakarta tahun lalu sebesar Rp53 miliar.