Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

LABORE dan Perdoski Inisiasi Skin Educator & Research Empowerment, Halau Misinformasi Kesehatan Kulit

Dwi Astarini - Selasa, 03 Desember 2024

MERAHPUTIH.COM - KEMUDAHAN akses informasi di era digital rentan menimbulkan misinformasi di media sosial, terutama mengenai kesehatan kulit. Ini menjadi tantangan. Akibatnya, edukasi yang bersumber dari para ahli semakin relevan dan penting.

Untuk itulah, bertepatan dengan Beauty Science Tech 2024, LABORÈ bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) meluncurkan program LABORÉ Skin Educator and Research Empowerment. Lewat program ini, LABORÉ ingin berkolaborasi dengan skin expert untuk menjadi skin educator dan mengaplikasikan keilmuannya di era digital media sosial.

LABORÉ menggandeng para dermatolog dalam naungan Perdoski dan peneliti dari universitas terkemuka dalam program Skin Educator and Research Empowerment. Skin educator ternama seperti dr Danar Wicaksono dan Sp DVE, Claudia Christin, MBBS, Ph.D (@funskincare), serta dosen senior Universitas Airlangga seperti Prof Dr dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Sp.DVE (K), FINSDV, FAADV menjadi jajaran ahli yang menaungi program ini sebagai skin advisory board. Para ahli ini berasal dari berbagai subspesialisasi yang diundang untuk berkolaborasi dalam meningkatkan jumlah ahli yang mengadvokasi dan menyebarkan konten edukasi, serta memastikan pesan yang disampaikan relevan, kredibel, dan mudah dipahami masyarakat luas.

"Di tengah banyaknya edukasi beauty yang beredar, sering kali masyarakat bingung memilih mana yang benar dan dapat dipercaya. Sebagai jenama derma terkemuka di Indonesia, LABORÉ hadir untuk menjembatani pengalaman dan pengetahuan dokter kulit kepada pasien agar informasi yang disampaikan lebih mendalam dan kredibel,” kata Masstige and Advanced Beauty Marketing Senior Group Head ParagonCorp Stephanie Lie dalam keterangan resmi yang diterima Merahputih.com.

Baca juga:

Hair & Skin Research Grant 2024 Dukung Dermatolog Teliti Bahan Alami untuk Manfaat Kecantikan



Ia mengatakan review produk dari dokter spesialis kulit memiliki kekuatan untuk membangun kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, LABORÉ mendukung para ahli untuk lebih aktif di dunia digital, mempercepat penyebaran informasi, dan mengedukasi masyarakat dengan cara yang bertanggung jawab. “Melalui program Skin Educator, kami berkomitmen untuk menghadirkan edukasi yang bertujuan mencerdaskan semua lapisan masyarakat,” imbuhnya.

Seanada Ketua Umum Perdoski Pusat Dr dr Hanny Nilasari, Sp.D.V.E., Subsp. Ven., FINSDV, FAADV mengatakan, sebagai bentuk adaptasi terhadap tren digital, Perdoski telah membentuk tim media sosial khusus untuk memperkuat peran anggotanya sebagai edukator kesehatan kulit. Menurutnya, melalui akun resmi Perdoski dan media sosial para dermatolog yang terpilih, pihaknya memastikan edukasi yang disampaikan selalu berdasarkan etika kedokteran, bertanggung jawab, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Peran organisasi profesi penting dalam mendukung para dokter menjadi semakin krusial, terutama dengan maraknya misinformasi. Kami percaya bahwa kesehatan kulit termasuk estetika," tambahnya.

Selain mengadakan program Skin Educator, LABORÉ juga berkomitmen mendukung penelitian ilmiah yang berkontribusi pada inovasi produk dan kesehatan masyarakat. Salah satu contoh nyata ialah kolaborasi dengan Prof Dr dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Sp.DVE (K), FINSDV, FAADV yang telah melakukan berbagai penelitian bersama LABORÉ. Hasil penelitian itu diadopsi untuk mengembangkan produk-produk LABORÉ yang inovatif dan berbasis sains. LABORÉ juga membuka peluang bagi dokter yang ingin melakukan penelitian, baik yang berkaitan dengan LABORÉ maupun penelitian independen yang berfokus pada manfaat kesehatan kulit.

Program ini bertujuan meningkatkan eksposur global dengan berpartisipasi untuk mempublikasikan hasil penelitian dan edukasi para ahli. Stephanie mengatakan hasil penelitian itu akan dipublikasikan di kongres-kongres dermatologi terkemuka seperti European Academy of Dermatology and Venereology (EADV) di Amsterdam, serta disampaikan melalui media sosial dengan bahasa yang mudah dipahami konsumen.

“Kami berharap lebih banyak penelitian yang dapat ditampilkan, sehingga mendukung kemajuan penelitian untuk memberikan solusi permasalahan kulit konsumen di Indonesia,” tutup Stephanie.(*)

Baca juga:

Tanda Skin Barrier Kamu Rusak dan Cara Memperbaikinya

Baca Artikel Asli