Merahputih.com - Konsorsium bisnis pimpinan jutawan Inggris-India, Amit Bhatia berminat membeli saham minoritas Liverpool.
Langkah strategis mantan pemilik klub Queens Park Rangers (QPR) ini menandai babak baru pergerakan bisnis sepak bola Eropa.
Baca juga:
AC Milan Sindir Liverpool di Jersey Away 2026-2027, Ada Kalimat Keramat di Kerah
Pemilik utama Liverpool, Fenway Sports Group (FSG), membenarkan adanya pendekatan resmi dari pihak investor. Momentum ini berjalan bersamaan dengan keputusannya mundur dari jajaran direksi QPR setelah 18 tahun menjalin kebersamaan.
FSG sepakat menyerahkan seluruh kepemilikan sahamnya kepada pemegang saham mayoritas QPR, Ruben Gnanalingam.
Satu konsorsium investasi pimpinan Amit Bhatia menyampaikan minat melakukan investasi minoritas strategis di Liverpool Football Club,
tulis laporan Liverpool News.
Tahap Awal Negosiasi dan Nilai Fantastis Klub
Proses negosiasi antara kedua belah pihak saat ini masih berada pada tahap awal tanpa ada kesepakatan final.
Pola penyertaan modal ini diprediksi menyerupai langkah FSG saat menjual sebagian kecil saham klub kepada perusahaan investasi Dynasty Equity pada tahun 2023.

Deretan data finansial serta fakta penting terkait profil klub dan pihak investor:
-
Nilai Akuisisi Awal FSG (2010): 300 juta Euro atau setara Rp6,3 triliun.
-
Valuasi Terbaru Liverpool (Forbes): 4,6 miliar Euro atau setara Rp96,6 triliun.
-
Masa Bakti di QPR: Mengabdi selama 18 tahun (2007–2025) sebagai Wakil Ketua hingga Ketua Umum.
-
Kekayaan Mertua (Lakshmi Mittal): Taksiran Forbes mencapai 23,2 miliar Euro atau setara Rp487,2 triliun.
-
Sektor Bisnis Keluarga: Petinggi raksasa baja dan pertambangan dunia, ArcelorMittal.
Perpisahan Emosional di Loftus Road
Pengunduran diri dari kepengurusan QPR menandai akhir dari pengabdian panjang sang pengusaha di stadion Loftus Road. Pengalaman mengelola klub selama hampir dua dekade menjadi modal berharga sebelum melangkah menuju level persaingan lebih tinggi bersama Liverpool.
“Sejak bergabung pada tahun 2007, QPR menjadi bagian sangat penting dalam kehidupan pribadi dan keluarga,” ujar Amit Bhatia lewat pernyataan resmi pada situs klub QPR.
Keputusan mundur tersebut diiringi rasa bangga serta apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran manajemen, pemain, hingga suporter.
“Langkah mundur ini terlaksana lewat rasa bangga, rasa syukur, serta kasih sayang mendalam,” tutur Amit Bhatia menutup kalimat perpisahan sebelum mengalihkan fokus bisnis menuju Merseyside.
Keluarga pengusaha ini juga memiliki rekam jejak investasi olahraga lain, termasuk akuisisi saham mayoritas tim kriket Indian Premier League, Rajasthan Royals, pada Mei lalu. Publik kini menantikan kelanjutan negosiasi resmi antara konsorsium Amit Bhatia dan FSG mengenai kepemilikan baru di Liverpool FC.