MerahPutih Politik- Entah mengapa ketika ditanyakan mengenai adanya kericuhan yang terjadi di DPP Golkar, Azis Syamsudin hanya bertanya kembali, benar kantor DPP Golkar di duduki oleh massa Yoris? Kan kalau numpang duduk saja, silakan saja. Siapa pun bisa duduk dengan santai di sana. Candanya.
Ia hanya tersenyum simpul. Ia tak bisa memilih siapa yang harus menjadi panutan di Golkar sebagai Ketua.
“Saya sesuai dengan konstitusi saja. Itu yang benar. Yang tak benar tinggalkan. Hmmm, benar kan?,” ucapnya sembari tersenyum lagi.
Partai Golkar benar-benar terpecah pasca bentrok di Kantor DPP (25/11). Iya, pertarungan terlihat, antara pendukung Ketua Umum Aburizal Bakrie melawan Agung Laksono cs yang membentuk Presidium Penyelamat Partai Golkar.
Ketika itu, Waketum Golkar Agung Laksono mengambil alih pimpinan Rapat Pleno di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta. Setelah Waketum Theo L Sambuaga mengesahkan sepihak pelaksanaan Munas IX Partai Golkar di Bali pada 30 November mendatang. Agung kemudian mengumumkan pembentukan Presidium Penyelamat Partai Golkar dan mengambil alih kepemimpinan Golkar.
Ternyata ia tak sendirian di sana. Ada caketum Golkar, Priyo Budi Santoso, Hajriyanto Thohari, Zainuddin Amali, Agus Gumiwang Kartasasmita. Sejumlah elite Golkar seperti Yorrys Raweyai, Agun Gunandjar dan Ibnu Munzir juga masuk sebagai anggota presidium.