Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

6 Balapan Kunci yang Mengantarkan Kimi Antonelli Jadi Juara Dunia F1 Termuda

Yusuf Abdillah - 2 jam, 10 menit lalu

Merahputih.com - Perjalanan Kimi Antonelli menuju gelar juara dunia Formula 1 (F1) menjadi salah satu kisah paling mengejutkan pada musim ini.

Mengawali kompetisi sebagai pembalap muda Mercedes yang baru menjalani musim keduanya, Antonelli justru berhasil mencetak sejarah dengan menjadi juara dunia termuda dalam 76 tahun perjalanan F1.

Pembalap asal Italia itu menunjukkan konsistensi dan ketangguhan sepanjang musim. Sejumlah kemenangan penting, ditambah kegagalan yang dialami para pesaingnya, terutama rekan setimnya George Russell, menjadi bagian dari perjalanan Antonelli menuju puncak klasemen.

Baca juga:

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Juara Dunia F1 2026, Pecahkan Rekor Legendaris Sebastian Vettel

Berikut enam balapan yang menjadi titik penting dalam perjalanan pembalap berusia 20 tahun tersebut meraih gelar juara dunia.

1. GP China

Setelah finis tepat di belakang George Russell pada seri pembuka di Australia, Kimi Antonelli langsung mencuri perhatian pada balapan berikutnya di Shanghai, China.

Antonelli tidak hanya meraih pole position sebagai pembalap termuda dalam sejarah F1, tetapi juga mengamankan kemenangan Grand Prix pertamanya. Saat itu, ia masih berusia 19 tahun dan tercatat sebagai pemenang balapan F1 termuda kedua setelah Max Verstappen.

Russell memang berhasil memenangi balapan sprint dan finis di posisi kedua pada balapan utama. Namun, hasil tersebut menjadi awal dari pola persaingan yang terus berulang sepanjang musim: Antonelli tampil sebagai pemenang, sementara Russell berusaha mengejar.

2. GP Kanada

Antonelli melanjutkan performa impresifnya ketika tiba di Montreal. Pembalap Italia itu datang dengan modal tiga kemenangan beruntun.

Sebaliknya, Russell masih kesulitan menjaga konsistensi. Setelah finis sebagai runner-up di China, pembalap Inggris tersebut belum kembali naik podium.

Baca juga:

Lewis Hamilton Cetak Sejarah F1, Rebut Pole Position GP Meksiko di Usia 41 Tahun

Russell sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di Kanada. Ia memenangi sprint dan merebut pole position untuk balapan utama. Namun, kemenangan kembali menjadi milik Antonelli yang sekaligus mencatatkan empat kemenangan beruntun.

3. GP Monako

Dua pekan setelah balapan di Kanada, Antonelli kembali menunjukkan dominasinya di sirkuit jalan raya legendaris Monako.

Memulai balapan dari pole position, pembalap Italia itu berhasil meraih kemenangan kelima secara beruntun. Sekali lagi, hasil tersebut juga diwarnai masalah yang dialami Russell.

Russell sebenarnya berada dalam posisi menjanjikan. Namun, ia mendapat penalti setelah melanggar batas kecepatan di pit lane. Situasinya semakin buruk ketika kru mekanik Mercedes mulai mengerjakan mobilnya sebelum masa penalti selesai.

Setelah enam balapan, Antonelli unggul 66 poin atas Lewis Hamilton dari Ferrari dan 68 poin atas Russell.

Baca juga:

F1 akan Kembali ke Jarak Standar pada 2028, Balapan Maksimal 305 Km

4. GP Italia

Setelah memenangi lima dari enam balapan pertama, Antonelli sempat mengalami penurunan performa. Dalam enam balapan berikutnya, ia hanya mampu meraih satu kemenangan, yakni di Belgia.

Russell berusaha memanfaatkan situasi tersebut untuk memperkecil jarak di klasemen. Namun, penampilan Antonelli di hadapan pendukungnya sendiri di Monza justru menjadi salah satu momen paling menentukan musim ini.

Russell memulai balapan dari pole position, sedangkan Antonelli harus berjuang dari posisi ke-19 akibat penalti mesin. Meski demikian, pembalap yang baru menginjak usia 20 tahun itu tampil luar biasa dengan menyalip sejumlah rival, termasuk Russell.

Antonelli akhirnya memenangi balapan tersebut. Ia sekaligus menjadi pembalap Italia pertama yang menang di Monza sejak Ludovico Scarfiotti meraih kemenangan pada 1966.

5. GP Azerbaijan

Persaingan kembali memanas saat F1 memasuki GP Azerbaijan di sirkuit jalan raya Baku.

Antonelli membuat kesalahan yang jarang terjadi ketika mobilnya menabrak dinding pembatas pada sesi kualifikasi. Insiden tersebut membuatnya harus memulai balapan dari posisi ke-16.

Sebaliknya, Russell tampil impresif dengan merebut pole position. Kesempatan itu dimanfaatkannya dengan baik. Pembalap Inggris tersebut berhasil meraih kemenangan meyakinkan tanpa melakukan kesalahan berarti.

Namun, Russell gagal memangkas keunggulan Antonelli secara signifikan. Meski tidak naik podium, pembalap Italia itu mampu bangkit dan finis di posisi kelima.

6. GP Malaysia

Momen penentuan gelar juara dunia terjadi pada GP Malaysia. Balapan yang semula dijadwalkan berlangsung di Bahrain itu dipindahkan ke Malaysia menyusul konflik di Timur Tengah.

Antonelli mengakhiri balapan di posisi kedua, tepat di belakang Max Verstappen yang kembali tampil kuat.

Namun, hasil tersebut sudah cukup untuk memperbesar keunggulannya di klasemen. Russell yang berada di posisi ketiga justru harus mengakhiri balapan lebih awal, hanya beberapa putaran sebelum finis.

Baca Artikel Asli