SELAIN kesehatan, dokter juga identik dengan tulisannya yang 'jelek' dan sulit dibaca. Hal ini menjadi keluhan bagi pasien ketika membaca tulisan yang terletak pada resep obat-obatan yang diberikan dokter. Trademark dengan tulisannya yang jelek memang sudah melekat sejak lama dan diketahui secara umum oleh masyarakat. Namun, pernkah kamu berpikir mengapa tulisan itu sengaja dibuat sulit untuk dibaca?
Dilansir dari beberapa sumber, ternyata tulisan unik dokter tersebut sengaja dilakukan agar tidak bisa dibaca pasiennya dan hanya diketahui oleh seorang apoteker saja. Dengan kata lain, ini menjadi sebuah kode atau sandi yang diketahui seorang dokter dan apoteker. Lebih lanjut, simak empat alasan mengapa tulisan dokter sulit untuk dibaca seperti yang dilansir dari laman Times of India.
Baca juga:
Menjomlo 17 Tahun Seorang Pria Minta Obat ke Dokter, Jawabannya Mengejutkan!
1. Jam kerja yang panjang
Alasan pertama adalah bahwa dokter memiliki jam kerja yang panjang dan padat. Bayangkan, mereka setiap hari harus melayani pasien yang berkunjung dan berkonsultasi masalah kesehatan yang dialami.
Dokter tidak hanya menulis pada resep obat setiap pasien. Mereka juga memiliki pekerjaan lain, seperti jika diperhatikan, dokter selalu menulis detail kecil yang dikatakan pasien sebagai bukti riwayat kesehatan.
Bayangkan jika kegiatan ini dilakukan untuk melayani 20 hingga 50 pasien setiap hari. Kegiatan ini membuat tangan menjadi lelah, sehingga menyebabkan tulisan ditulis sedemikian rupa.
2. Lelah dan stres
Doker juga manusia. Ia akan merasa lelah jika setiap hari mendengarkan keluh kesah, mencatat, dan memberi resep obat untuk 20 hingga 50 pasien. Hal ini bisa terlihat dari tulisan yang sulit dibaca dan mencerminkan hari yang melelahkan bagi pekerjaan mereka.
Di akhir waktu kerja, tulisan akan semakin sulit dibaca karena otot-otot tangan terlalu banyak beraktivitas. Sama seperti kehidupan kita, di halaman awal, tulisan masih terbaca. Semakin lama, di akhir halaman tulisa akan semakin buruk dan berbeda pada saat tulisan di halaman awal.
Baca juga:
Anak Takut ke Dokter Gigi? Bunda Tak Usah Bingung Ini Kiat-Kiatnya
3. Mengejar waktu
Jika dokter punya banyak waktu yang diluangkan untuk setiap pasien, mereka mungkin akan memberikan tulisan yang bagus dan mudah dibaca.
Kenyataannya, sebagian besar dokter bergegas dari satu pasien ke pasien lain karena begitu banyak yang datang. Dengan waktu yag begitu singkat, dokter hanya peduli dengan mencatat semua informasi dari pasien, daripada menyempurnakan tulisan mereka.
4. Stigma yang buruk
Dokter memang terkenal dengan stigma tulisannya yang sulit dibaca, namun tidak semua dokter demikian. Karena stigma yang sudah melekat itulah mengapa dokter pada umumnya tidak mempunyai tulisan yang bagus. Belum lagi ketika kita sulit untuk mencerna istilah medis, jadi hanya mereka yang mengerti.
Dibalik itu semua, tulisan bukan menjadi poin utama ketika kita berkunjung ke dokter. Hal ini bisa kita tanyakan langsung mengenai tulisan apa yang tidak bisa dibaca kepada dokter secara langsung. Yang terpenting adalah kita sembuh dengan resep obat yang diberikan. (And)
Baca juga: