Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kedua Paslon Klaim Kemenangan, Pengamat: Kalau Satu Kubu Gila, Kubu yang Lainnya Harus Waras

Angga Yudha Pratama - Kamis, 25 April 2019

Merahputih.com - Direktur Movement Circle, Abdullah Kelrey menilai, situasi setelah pemungutan suara terlihat semakin panas. Hal ini tak lepas dari adanya sejumlah tuduhan miring seperti kecurangan.

Kelrey mengatakan, kedua kubu saling mengklaim kemenangan. Hal ini berarti mereka tidak siap dalam menghadapi hasil Pilpres yang akan di putuskan oleh KPU.

"Seharusnya kedua belah pihak menahan diri dan menunggu hasil akhir dari KPU," kata Kelrey kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (25/4).

Kelrey melanjutkan, jika kedua kubuh saling klaim, sudah seharusnya ada yang menahan diri. "Kalau satu kubu sudah gila yang satunya harus waras dan menahan diri, bukan sebaliknya," jelas Kelrey.

Jokowi-Ma'ruf Amin
Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. Foto: ANTARA

Kalau kedua pihak saling menghasut dan tidak menahan diri, dikhawatirkan bisa terjadi konflik horizontal. "Yang rugi adalah rakyat Indonesia bukan elit politik dari kedua kubu yang bertarung," jelas dia.

Atau ikut saja arahan dari Ketua Bawaslu. "Ini kalau orang kaya menggoreng gerakan politik tidak mau kalah dan tidak bisa menahan diri. Karena tidak siap, menghadapi kenyataan jadi susah. Kasihan nanti rakyat yang di korban lagi," jelas Kelrey.

Prabowo-Sandiaga

Sebelumnya Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso, mengklaim paslon 02 bisa menang telak jika tak dicurangi. Dia mengklaim angka kemenangan bisa di angka 80%.

Sementara, Sekjen PSI Raja Juli Antoni menyoroti soal sikap elite-elite politik yang dinilai tidak memperhatikan psikologis masyarakat saat ini. Menurutnya, narasi elite yang tidak bijaksana membuat masyarakat kini terbelah. (Knu)

Baca Artikel Asli

BERITA TERKAIT