Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Penanganan Karhutla Kalimantan Makin Intensif, 12.880 Personel Gabungan Dikerahkan di Tiga Provinsi

Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 21 Agustus 2026

MerahPutih.com - Pemerintah terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan. Penguatan dilakukan melalui operasi terpadu, terutama di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Berdasarkan keterangan tertulis Kementerian Kehutanan, Jumat (21/8), operasi pengendalian karhutla melibatkan berbagai unsur pemerintah hingga masyarakat.

Unsur yang terlibat antara lain Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG, pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pelaku usaha, relawan, serta masyarakat.

"Operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, dengan penanganan yang disesuaikan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan," tulis Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, Jumat (21/8).

12.880 Personel Dikerahkan

Data operasi menunjukkan sedikitnya 12.880 personel gabungan dikerahkan di tiga provinsi prioritas.

Rinciannya, sebanyak 1.410 personel bertugas di Kalimantan Barat, 10.700 personel di Kalimantan Tengah, dan 770 personel di Kalimantan Selatan.

Para petugas melakukan berbagai upaya pengendalian, mulai dari pemantauan titik panas (hotspot) dan laporan masyarakat, patroli terpadu, pemeriksaan lapangan, hingga pemadaman darat.

Penanganan juga mencakup pembasahan dan pendinginan area, penyekatan lokasi terbakar, serta penjagaan di wilayah rawan untuk mencegah api kembali muncul.

Baca juga:

6 Provinsi Masuk Daerah Paling Rawan Karhutla

Posko Terpadu Jadi Pusat Koordinasi

Koordinasi antarpihak dilakukan melalui posko terpadu. Posko tersebut menjadi pusat untuk menentukan lokasi yang perlu mendapat penanganan prioritas sekaligus mengarahkan personel dan peralatan berdasarkan perkembangan situasi di lapangan.

Operasi juga didukung berbagai sarana, mulai dari kendaraan, pompa dan pompa jinjing, selang pemadaman, flexible tank, alat komunikasi, hingga alat pelindung diri.

Dukungan dari udara turut disiapkan untuk memperkuat penanganan karhutla.

Sarana tersebut meliputi helikopter patroli, pesawat patroli fixed wing, dan helikopter water bombing.

Sumur Bor Diperkuat untuk Atasi Keterbatasan Air

Selain menambah kekuatan personel, pemerintah meningkatkan kemampuan satuan tugas di lapangan melalui penambahan sarana dan prasarana pemadaman.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan dan pengaktifan sumur bor di sejumlah wilayah prioritas.

Kementerian Kehutanan menjelaskan, langkah tersebut penting karena sumber air permukaan untuk pemadaman semakin terbatas seiring berlanjutnya kondisi kering.

Sumur bor diperlukan untuk memperpendek jarak pengambilan air, mempercepat pengisian peralatan pemadaman, serta menjaga kesinambungan pembasahan dan pendinginan.

Baca juga:

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Meluas, 108 Sekolah di Sarawak Malaysia Ditutup

Lahan Gambut Jadi Perhatian Khusus

Ketersediaan air menjadi perhatian khusus dalam penanganan karhutla di lahan gambut.

Kondisi gambut memungkinkan bara api bertahan di bawah permukaan sehingga api dapat kembali muncul apabila proses pembasahan tidak dilakukan secara menyeluruh.

Karena itu, pemerintah menempatkan pemadaman sekaligus pendinginan sebagai bagian penting dari operasi.

Dengan koordinasi lintas sektor, penguatan personel, dukungan peralatan, dan ketersediaan sumber air, penanganan karhutla terus diarahkan agar respons di lapangan dapat berlangsung cepat dan berkesinambungan. (Pon)

Baca Artikel Asli