MerahPutih.com - Ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini merayap makin mendekati benteng utama Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Penajam Paser Utara.
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama jajaran tim gabungan terpaksa memperketat patroli darat serta mengerahkan porsi personil penuh guna menghadang sebaran api agar tidak merangsek masuk ke zona krusial IKN.
Baca juga:
Karhutla Juga Terjadi di Jakarta Utara, Puntung Rokok Picu Kerugian Rp 60 Juta
Karhutla Bukit Tengkorak Terjadi Sejak Akhir Agustus
Amuk karhutla di area Bukit Tengkorak sejatinya telah berkobar sejak akhir Agustus lalu. Langkah siaga satu ini diambil menyusul jarak amukan api di kawasan Bukit Tengkorak yang dilaporkan kini hanya berjarak sekitar 20 hingga 30 kilometer dari pusat jantung IKN.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, secara terbuka menegaskan penyisiran dan pengawasan ketat saat ini dipusatkan di titik rawan bencana Bukit Tengkorak, Semoi, yang berada di dalam kawasan Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto.
Ini bagian dari upaya pengamanan berlapis untuk mencegah api mendekat kawasan inti IKN,
kata Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono saat memantau kesiapan tim pemadam di Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa (15/9).
Baca juga:
Otorita IKN Minta Anggaran Rp 22,5 Triliun, Menkeu Ngaku Perlu Pendalaman
Instruksi Presiden Operasi Masif Pemadaman Udara-Darat
Penanganan karhutla di area Bukit Tengkorak kini terus dipacu menggunakan bombardir air dari udara memanfaatkan helikopter Caracal Skadron Udara 8 Lanud Dhomber Balikpapan.
Di tempat yang sama, Kepala BNPB Suharyanto mengungkapkan koordinasi patroli darat oleh personil Manggala Agni, TNI, hingga satuan Brimob Polri terbukti jauh lebih efektif dalam mengeksekusi sisa-sisa bara api di dalam lapisan tanah.
Baca juga:
Keruk Batubara Ilegal di Bukit Soeharto, PT Singlurus Pratama Didenda Negara Rp 147,31 Miliar
Serangkaian strategi darurat penanganan bencana karhutla Kaltim ini kemudian dimatangkan lewat konsolidasi rapat koordinasi lintas instansi yang digelar di Bendungan Sepaku Semoi.
"Perintah Pak Presiden sangat jelas bahwa jangan sampai api sampai di zona inti IKN," tandas Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengutip instruksi tegas Presiden, dilansir Antara. (*)