Jumlah Penumpang Bandara Hasanuddin Meningkat 20 Persen
Selasa, 27 Juni 2017 -
Pergerakan penumpang arus mudik di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar-Maros, Sulawesi Selatan, sejak H-10 sampai H+1 Hari Raya Idulfitri 1438 Hijriah mengalami peningkatan.
"Ada peningkatan penumpang sebesar 20 persen dari periode tahun 2016 lalu," kata Humas dan Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin, Turah Ajiari kepada wartawan, Senin (26/6).
Berdasarkan data posko terpadu bandara setempat, peningkatan 20 persen tersebut yakni terhitung sejak H+1 jumlah penumpang sebanyak 407.097 orang 2017 dan pada periode sama 2016 sebanyak 339.815 orang atau selisih 67.282 orang penumpang.
Sementara pada H+1 atau Hari Raya Idulfitri 1438 Hijriah, tercatat jumlah total sebanyak 31.006 orang penumpang dengan rincian kedatangan 15.832 orang dan keberangkatan 15.174 orang penumpang.
Dan jumlah total penumpang baik kedatangan maupun keberangkatan di periode sama 2016 mencapai total 22.981 orang penumpang, dengan persentase 34,9 persen.
"Jumlah ini mengalami peningkatan 35 persen. Rata-rata jumlah pergerakan penumpang sejak H-10 sampai H+1 sebanyak 307.009 orang dengan pertumbuhan penumpang sebesar 21 persen dibanding tahun lalu," katanya.
Sementara, data perbandingan jumlah kedatangan penumpang domestik pada 25 Juni 2017, sebanyak 15.589 orang dan pada hari Lebaran di periode 2016 sebanyak 11.041 orang penumpang dengan persentase 41,2 persen.
Sedangkan keberangkatan 14.893 orang penumpang di 2017 dan 2016 sebanyak 11.671 orang penumpang atau mengalami kenaikan dengan persentase 27,6 persen.
Kedatangan dari International pada 2016 sebanyak 154 orang dan 2017 meningkat menjadi 243 orang penumpang dengan persentase 57,8 persen.
Keberangkatan pada 2016 sebanyak 115 dan di 2017 meningkat menjadi 281 orang penumpang dengan persentase 144,3 persen.
Selain itu, jumlah pesawat untuk kedatangan domestik pada 2016 sebanyak 120 unit dan 2017 meningkat menjadi 152 unit. Sedangkan keberangkatan domestik 2016 sebanyak 188 unit dan 2017 meningkat 151 unit pesawat.
Selanjutnya, akumulasi jumlah total pesawat 2016 sebanyak 240 unit dan pada 2017 meningkat sebanyak 307 unit pesawat dengan persentase 27,9 persen.
Kemudian angkutan barang atau cargo pada 2016 mencapai 20.163 ton dan pada 2017 sebesar 32.407 ton dengan persentase 61,0 persen.
Sumber: ANTARA