Merahputih.com - Lampu stadion New Balance Arena bersinar terang, namun suasana berubah mencekam bagi pendukung tuan rumah saat mesin gol Jerman mulai menderu. Rabu (11/3) dini hari WIB, babak 16 besar Liga Champions berubah menjadi panggung eksekusi tunggal.
Tanpa belas kasihan, raksasa Bundesliga, Bayern Munich, memporak-porandakan benteng pertahanan Atalanta lewat kemenangan mutlak 1-6 atas tuan rumah Atalanta.
Enam gol kemenangan Bayern Munich tercipta melalui aksi Josip Stanisic (12'), dwigol Michael Olise (22', 64'), Serge Gnabry (25'), Nicolas Jackson (52'), serta Jamal Musiala (67'). Atalanta hanya mampu mencuri satu gol hiburan lewat kaki Mario Pasalic pada menit ke-90+3 sebagai penutup laga pedih tersebut.
Baca juga:
Harry Kane Akui Bahagia di Bayern Munich, Bantah Isu Pindah ke Barcelona?
Dominasi Mutlak di Tanah Italia
Pesta gol bermula sejak peluit awal berbunyi. Bayern Munich hanya butuh waktu sepuluh menit untuk menguasai jalannya pertandingan sepenuhnya.
Koordinasi lini tengah pimpinan Joshua Kimmich membuat aliran bola mengalir deras menuju jantung pertahanan lawan. Stanisic membuka keunggulan lewat penyelesaian klinis sebelum Olise dan Gnabry memperlebar jarak sebelum turun minum.
Punggawa Die Roten tampil tanpa cela sepanjang laga. Penempatan posisi efektif serta transisi cepat dari bertahan ke menyerang membuat pemain Atalanta kewalahan. Meski sudah unggul tiga bola di babak pertama, nafsu mencetak gol skuad asuhan Vincent Kompany tetap membara hingga babak kedua berakhir.
Komentar Joshua Kimmich dan Atmosfer Luar Biasa
Usai pertandingan, Joshua Kimmich mengungkapkan rasa puas atas hasil fantastis tersebut. Gelandang andalan Jerman tersebut menyebut performa rekan setimnya hampir sempurna meski butuh sedikit waktu untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan di awal laga.
"Kami membutuhkan waktu sekitar lima menit untuk memulai permainan. Setelah itu, kami memiliki satu peluang besar demi peluang besar lainnya," ujar Joshua Kimmich melalui laman resmi klub.
Baca juga:
Kimmich juga memberikan apresiasi setinggi langit terhadap para pendukung Atalanta. Walaupun tim kesayangan menderita kekalahan memalukan, suporter tuan rumah tetap memberikan dukungan penuh hingga peluit panjang berbunyi.
"Saya belum pernah mengalami kemenangan 6-1 di mana pun sebelumnya dan para penggemar masih bersorak untuk tim mereka seperti itu. Itu cukup luar biasa," pungkas Kimmich.