Isu PKI Kembali Bergelora, Siapa yang Bermain?
Rabu, 27 September 2017 -
MerahPutih.com - Isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) kembali bergelora. Sebagian pihak menganggap isu tersebut sengaja dihembuskan kelompok militer untuk melegitimasi tindakannya menyelamatkan Indonesia dari komunisme pada tahun 1965.
Sejarawan Universitas Indonesia (UI) Andi Achdian dalam perbincangan dengan wartawan MerahPutih.com Ponco Sulaksono di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (27/9) mengungkapkan, keterlibatan militer di balik isu PKI sudah teridentifikasi sejak Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur memimpin republik ini. Berikut petikannya:
Setiap tahun isu PKI kembali marak. Bagaimana Anda melihat situasi ini?
Karena lembaga militer memang punya suatu dasar untuk mengatakan bahwa mereka berhasil menyelamatkan Indonesia dari Komunisme. Itu narasi yang dibangun. Dasar itu pulalah yang menjadi legitimasi selama rezim orde baru untuk tetap kukuh.
Selain itu, isu kebangkitan PKI disebabkan belum adanya penyelesaian yang tuntas terhadap tragedi pembantaian massal yang terjadi pasca 1 Oktober 1965.
Mengapa demikian?
Karena ya memang secara politik, dia itu tetap bermasalah karena belum ada penyelesaian yang tuntas terhadap isu itu. Jadi sampai sekarang pun dia bisa jadi suatu perdebatan.
Apa kasus seperti ini juga ditemui di negara lain?
Setiap negara mempunyai perdebatan sejarahnya masing-masing. Di Amerika, terjadi penurunan patung-patung Pahlawan Konfederasi yang menimbulkan konflik dan perdebatan.
Bagaimana dengan Indonesia?
Di Indonesia, khususnya peristiwa G 30 S itu, problem terdekat secara legal, secara formal belum ada satu kata putus tentang peristiwa itu, kecuali secara politik. Secara politik artinya selama tiga dekade lebih kita dapatkan kisah tentang G30 S dari versi resmi.
Karena itu ketika rezim Orde Baru yang membangun narasi tunggal tersebut runtuh akibat gerakan Reformasi 1998, maka tafsiran atas peristiwa yang memilukan itu menjadi beragam.
Pemberontakan G30S/PKI sudah terjadi tiga dekade lalu. Mengapa isu PKI masih alergi dibicarakan?
Di era reformasi saat ini, muncul beragam tafsiran atas tragedi 65. Itu merupakan hal yang lumrah. Namun, sungguh menyayangkan, di alam demokrasi saat ini, masih terdapat hambatan untuk membahas peristiwa tersebut.
Problem dari itu adalah banyak pembahasan yang pada akhirnya jadi semacam bentrok, baik secara fisik, maupun juga harus berhadapan dengan problem-problem larangan, problem-problem satu kelompok mengorganisir untuk membatasi kelompok-kelompok lain.
Secara tematik, saya kira (Isu PKI) akan selalu muncul. (*)
Baca juga topik menarik lainnya seputar kebangkitan PKI di: Ketua MUI: Nggak Ada Orang PKI, Sudah Mati Semua