Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS

Alwan Ridha Ramdani - 1 jam, 52 menit lalu

MerahPutih.com - Militer Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan tengah menyusun rencana serangan baru terhadap Iran seusai pemilu paruh waktu AS.

Hal itu dilansir dalam lapor The New York Times, Rabu (22/10), yang mengutip pejabat AS dan sejumlah pihak yang mengetahui pembahasan tersebut, surat kabar itu melaporkan bahwa kedua militer meningkatkan latihan, termasuk penerbangan di atas Irak untuk melatih manuver serangan.

Menurut laporan itu, sasaran potensial mencakup fasilitas nuklir, persenjataan rudal dan drone, serta infrastruktur energi Iran.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pekan ini bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Israel untuk membahas kemungkinan serangan baru, ungkap laporan tersebut.

Baca juga:

Iran Rencana Kenalkan Senjata Baru, Beri Sinyal Putuskan Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz

Rencana menyasar program nuklir Iran juga dapat mencakup serangan terhadap Pickaxe Mountain, fasilitas yang berada jauh di bawah tanah.

Namun, laporan itu menyebut belum dapat dipastikan apakah Presiden AS Donald Trump akan menyetujui serangan tersebut.

Trump berulang kali menolak rencana kembali melancarkan operasi tempur besar tahun ini. Namun, awal bulan ini, ia mengatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu karena kedua negara sedang menjalani "pembicaraan yang produktif".

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada The New York Times bahwa pemerintah tidak mengomentari rencana militer yang "mungkin ada atau mungkin tidak ada".

Pejabat itu menambahkan bahwa Trump tetap mempertimbangkan semua opsi untuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

AS dan Israel melancarkan agresi militerterhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke sejumlah wilayah di kawasan. Konflik itu juga secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur penting pasokan energi global. (*)

Baca Artikel Asli