Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

IMDb Mulai Pakai Istilah 'Occupied Palestinian Territories' di Sejumlah Film, Israel Keberatan

Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026

MerahPutih.com - IMDb melakukan perubahan pada sejumlah data distribusi film di layanan profesional IMDbPro.

Melalui beberapa entri, wilayah distribusi yang sebelumnya tercatat sebagai Israel kini ditulis sebagai "Wilayah Palestina yang Diduduki" atau Occupied Palestinian Territories.

Perubahan tersebut ditemukan pada bagian data IMDbPro, yakni layanan berbayar IMDb yang ditujukan bagi para profesional industri film dan televisi.

Baca juga:

Film Kasus Ferdy Sambo Tayang Global Masuk Top 10 Netflix, Ini Sinopsisnya

Perubahan terlihat pada informasi mengenai wilayah distribusi film dan perusahaan yang memegang hak distribusi untuk kebutuhan industri.

Laporan mengenai perubahan tersebut pertama kali disoroti Haaretz. Sejumlah distributor film asal Israel yang tercantum dalam data IMDbPro disebut tidak mengetahui adanya perubahan tersebut sebelum mendapat pertanyaan dari media.

Occupied Palestinian Territories Muncul di Sejumlah Film

Salah satu contoh ditemukan pada film Spanyol The Black Ball (La bola negra), yang diputar di Festival Film Cannes tahun ini.

Pada entri IMDbPro, distributor Israel New Cinemas tercatat memperoleh hak distribusi film tersebut untuk wilayah yang disebut sebagai “Occupied Palestinian Territories”.

Hal serupa muncul pada film Runner dan Backrooms, yang didistribusikan oleh perusahaan Israel Red Cape. Dalam sejumlah entri, wilayah distribusinya juga ditulis sebagai “Occupied Palestinian Territories”, bukan Israel.

Laporan tersebut juga menemukan perubahan serupa pada beberapa film yang melibatkan distributor lain, termasuk Lev Films dan United King.

Baca juga:

Rayakan 25 Tahun, 'Barbie in the Nutcracker' Hadir dengan Versi Animasi Baru di Netflix

Distributor Film Israel Ajukan Keberatan

Perubahan tersebut mendapat keberatan dari sejumlah distributor yang namanya tercantum dalam data IMDbPro.

Red Cape mengatakan kepada Haaretz, bahwa mereka tidak mengetahui perubahan tersebut sebelumnya dan berencana menghubungi IMDb untuk meminta koreksi.

Kami akan segera menghubungi mereka untuk meminta penghapusan dan koreksi, karena kami secara tegas menolak representasi hak akuisisi film ini. Kontrak kami sesuai standar industri dan hanya menyebutkan satu kata – Israel.

ujar perwakilan Red Cape

Menurut laporan tersebut, Lev Cinema juga menyampaikan keberatan serupa. Perusahaan menyebut informasi di IMDbPro umumnya berasal dari produser atau perusahaan yang menangani penjualan internasional.

Meski perubahan tersebut muncul di sejumlah data IMDbPro, laporan yang tersedia menunjukkan bahwa hal itu belum menjadi perubahan nomenklatur secara menyeluruh di IMDb.

Baca juga:

Ekstremis Sayap Kanan Israel Persekusi Orangtua Pembuat Film Dokumenter Palestina 'Naza'

Israel sendiri masih tercantum sebagai negara asal dalam berbagai data film di IMDb. Sejumlah film dan serial bahkan masih berada dalam kategori perfilman Israel.

Pada beberapa entri profesional lainnya, istilah 'Israel' juga masih digunakan sebagai wilayah distribusi.

Jadi, perubahan yang ditemukan saat ini lebih spesifik pada sejumlah catatan wilayah distribusi di IMDbPro, bukan penggantian seluruh penyebutan Israel di platform IMDb.

IMDb merupakan perusahaan yang berada di bawah Amazon sejak 1998. Sampai laporan tersebut diterbitkan, IMDb belum memberikan tanggapan atas pertanyaan Haaretz mengenai alasan perubahan nomenklatur pada sejumlah data profesional tersebut. (tka)

Baca Artikel Asli