Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

IHSG Hari Ini Tancap Gas! Suku Bunga The Fed Batal Naik, Waktunya Borong Saham?

Angga Yudha Pratama - Senin, 05 Oktober 2026

Merahputih.com - Laju pergerakan IHSG hari ini terpantau sukses menghijau sejak awal pekan seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap ancaman kenaikan suku bunga The Fed.

Sentimen positif yang mengerek proyeksi IHSG ini muncul akibat rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang meleset jauh dari ekspektasi awal.

Kabar baik ini jelas menjadi angin segar bagi para investor yang sedang mencari momentum pas untuk kembali meramaikan bursa saham domestik maupun menata ulang portofolio mereka.

Baca juga:

Awas Tergelincir! Prediksi IHSG Hari Ini Uji Level Psikologis 6.000, Sentimen Inflasi Jadi Penentu

Mengintip pembukaan perdagangan awal pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung tancap gas menguat 18,27 poin (0,30 persen) ke level 6.055,16.

Tren positif IHSG hari ini ternyata sangat sejalan dengan optimisme bursa saham kawasan Asia yang juga sedang menikmati tren penguatan.

Di sisi lain, deretan rekomendasi saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45 ikut kecipratan berkah dengan naik tipis ke posisi 597,36, merespons sentimen dovish terkait suku bunga The Fed serta melandainya harga minyak mentah global yang membuat tekanan inflasi sedikit mereda.

Analisis Teknikal dan Sentimen Global Penggerak Pasar

Pengunjung

Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas, memaparkan secara gamblang skenario pergerakan teknikal untuk indeks acuan domestik kita.

Jika IHSG kembali menguat, IHSG menguji 6.095, kemudian 6.111- 6.121. Sebaliknya jika kembali melemah, IHSG rentan kembali support 5.979 atau 5.973 dan break level tersebut dapat membuka ruang penurunan menuju 5.898,

papar Liza.

Menurut Liza, angin segar dari mancanegara berhembus kencang pasca rilis data NonFarm Payrolls (NFP) AS yang hanya bertambah 29.000 pekerja sepanjang September 2026. Angka ini terjun bebas dari ekspektasi awal yang dipatok pada level 90.000.

"Kondisi tersebut mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat, sehingga saham-saham sensitif terhadap suku bunga mendapat dukungan,” tambahnya.

Meski begitu, pelaku pasar tetap disarankan untuk menaruh perhatian ekstra pada pertemuan krusial The Fed bulan ini guna membaca arah kebijakan Bank Indonesia dan bank sentral global ke depannya.

Gejolak Timur Tengah vs Manuver Taktis Bank Indonesia

Di balik euforia pasar, risiko geopolitik di Timur Tengah masih mengintai bagai bom waktu. Amerika Serikat dikabarkan mulai menyiagakan armada kapal induk ketiganya, lengkap dengan ribuan pasukan Marinir. Belum lagi, Presiden Donald Trump memberikan sinyal kuat soal manuver lanjutan pasca momen krusial Pemilu pada November 2026 nanti.

Menghadapi potensi guncangan suplai energi ini, negara-negara G7 pun sepakat menggelontorkan 100 juta barel cadangan minyak agar harga tidak meledak tak terkendali.

“Ketidakpastian terkait negosiasi AS-Iran masih menjadi risiko utama bagi pasar energi,” tegas Liza.

Beralih ke sentimen domestik, Bank Indonesia (BI) terlihat sangat berhati-hati meramu strategi demi menjaga keperkasaan Rupiah di tengah ancaman era suku bunga tinggi (higher for longer).

Alih-alih buru-buru mengerek BI-Rate, otoritas moneter ini lebih memilih jalur insentif berupa pemotongan biaya hedging. Langkah cerdas ini sukses menyedot aliran modal asing (capital inflow) hingga menyentuh angka 7 miliar dolar AS sejak bulan lalu.

Baca juga:

IHSG Hari Ini Dibuka Loyo, Tarik-Ulur Subsidi APBN 2027 dan Suku Bunga Global Bikin Market 'Wait and See'

Selain itu, BI juga terus menggeber pelonggaran likuiditas makroprudensial (KLM). Sampai dengan bulan lalu, realisasi KLM khusus untuk mengungkit gairah sektor perumahan dan properti sudah menembus Rp118 triliun, melibatkan hingga 111 bank di seluruh Indonesia.

Rapor Hijau Wall Street dan Bursa Regional

Sebagai pelengkap peta navigasi investasi Anda, pergerakan bursa global dan regional juga terpantau kompak pamer performa impresif pada penutupan akhir pekan lalu. Berikut rekapitulasi singkatnya:

  • Pesta Saham di Eropa & AS: Indeks Euro Stoxx 50 terbang 1,02%, DAX Jerman melesat 1,17%, dan CAC 40 Prancis menghijau 0,79%.

    Di seberang Atlantik, Wall Street ikut berpesta dengan lonjakan Nasdaq sebesar 1,19% ke 27.190,86, disusul S&P 500 yang naik 0,73%, dan Dow Jones menguat 0,49%.

  • Kawasan Asia Bervariasi: Indeks Nikkei Jepang tampil sebagai bintang dengan meroket tajam 2,58%.

    Kospi dan Straits Times menyusul di zona hijau, sementara Hang Seng harus rela terkoreksi tipis 0,41%. Adapun bursa Shanghai saat ini sedang libur panjang memperingati Golden Week.

Baca Artikel Asli