Merahputih.com - Laju IHSG hari ini sukses mencetak rapor hijau dan ditutup menguat ke level 5.328,36 pada akhir sesi perdagangan Rabu sore.
Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan sebesar 0,94 persen ini langsung dipicu oleh bauran kebijakan regulator pasar modal dalam memulihkan kepercayaan investor, berbarengan dengan keputusan Bank Indonesia menahan suku bunga acuan.
Kolaborasi sentimen positif ini terbukti ampuh meredam keraguan pasar sehingga bursa saham domestik kembali menemukan momentumnya.
Baca juga:
IHSG Hari Ini Rebound, Benarkah Sektor Perbankan dan Energi Jadi Penyelamat?
Buat kamu yang terus memantau tren pergerakan saham, angin segar dari penutupan IHSG kali ini juga ikut ditopang oleh indeks LQ45 yang melesat 1,02 persen ke posisi 535,76.
Selain itu, langkah Bank Indonesia yang resmi mempertahankan BI Rate 5,75 persen rupanya sangat sejalan dengan ekspektasi para pelaku pasar.
Di tengah ketidakpastian global, gebrakan transparansi dari otoritas bursa dan stabilnya suku bunga menjadi katalis kuat yang memborong optimisme para trader maupun investor jangka panjang.
Jurus Regulator dan Efek Domino Keputusan BI

Kembalinya gairah pasar tak lepas dari bersih-bersih aturan yang dilakukan otoritas bursa. Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, membedah alasan di balik lonjakan indeks kali ini.
Langkah tersebut mencakup penyesuaian terhadap saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi, serta peningkatan keterbukaan informasi mengenai afiliasi pemegang saham,
ujar Nico.
Dari sisi moneter, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia periode Oktober 2026 tidak hanya menahan BI-Rate di level 5,75 persen.
BI juga mengerek suku bunga deposit facility sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5 persen, sembari membiarkan suku bunga lending facility ajek di angka 6,5 persen. Kombinasi kebijakan ini sukses menenangkan iklim investasi dalam negeri.
Dinamika Sektoral: Kesehatan Meroket, Teknologi Tertekan
Meski IHSG sempat tergelincir ke zona merah pada sesi pertama, indeks berhasil comeback kuat di sesi kedua.
Berdasarkan pantauan data sektoral, saham sektor kesehatan sukses memimpin klasemen dengan lonjakan tajam sebesar 3,64 persen, disusul oleh barang konsumen non-primer (+1,39%) dan primer (+1,34%).
Sebaliknya, sektor teknologi justru harus rela berada di posisi juru kunci karena anjlok 1,07 persen.
Dari kancah global, bursa Asia bergerak cukup bervariasi. Sentimen positif datang dari solidnya laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat yang sukses meredakan kekhawatiran pasar soal investasi kecerdasan buatan (AI).
Namun di sisi lain, tensi geopolitik masih membayangi. Harga minyak mentah kembali merangkak naik setelah bantahan diplomat terkait kabar damai AS-Iran, yang memicu kembali kekhawatiran soal risiko inflasi.
Rapor Transaksi dan Saham Paling Cuan
Menutup perdagangan hari ini, frekuensi transaksi pasar tercatat sangat aktif menyentuh 1,81 juta kali, melibatkan 32,85 miliar lembar saham dengan total perputaran uang mencapai Rp17,72 triliun.
Baca juga:
IHSG Hari Ini Meroket Tajam 5,65 Persen Berkat Aksi Borong Saham 'Diskon', Sektor Ini Panen Cuan
Sebanyak 384 saham berhasil naik, 328 emiten melemah, dan 251 lainnya jalan di tempat.
Berikut adalah ringkasan pergerakan emiten yang patut kamu catat:
-
Top Gainers (Paling Cuan): STRK, SOLA, IPTV, SOHO, dan BUKK.
-
Top Losers (Paling Buntung): AMMS, PGJO, LUCY, ATAP, dan SINI.
Tren positif IHSG ini juga sejalan dengan mayoritas bursa regional Asia. Terpantau indeks Nikkei melompat 0,97 persen, Shanghai naik 0,60 persen, Kospi melesat 3,29 persen, dan Strait Times menguat 0,66 persen.
Hanya indeks Hang Seng yang harus puas ditutup melemah 0,90 persen.