Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

[HOAKS atau FAKTA]: Hirup Bubuk Jahe Kering Hilangkan Virus Omicron

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Januari 2022

MerahPutih.com - Beredar postingan di Twitter oleh akun bernama @maskeench, yang memposting sebuah video dan disertai narasi bahwa orang dalam video tersebut adalah seorang dokter spesialis paru-paru bernama dr. Zarir Udwadia. Beberapa pengguna media sosial lain mengklaim, laki-laki dalam video tersebut bernama dr. Sushil Razdan.

Dalam video berdurasi 1 menit 51 detik, memperlihatkan seorang laki-laki yang diklaim sebagai dokter, menyampaikan informasi cara menyembuhkan infeksi varian baru Covid-19 yakni Omicron. Ia menyarankan masyarakat untuk menghirup bubuk jahe kering.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Edy Mulyadi Ditangkap Aparat

Alasannya, bubuk jahe kering memiliki sifat basa dan pH yang tinggi, dengan kandungannya tersebut akan membunuh Covid-19 yang menyebar melalui lubang hidung, selaput lendir, tenggorokan dan kemudian paru-paru.

FAKTA

Melansir dari boomlive.in saat mencari fakta mengenai klaim dalam video, diketahui laki-laki dalam video tersebut bukanlah dr. Zarir Udwadia ataupun dr. Sushil Razdan, mereka telah dihubungi secara terpisah dan menyatakan tidak pernah membuat klaim bahwa menghirup bubuk jahe dapat menyembuhkan Covid-19. Dokter Sushil dan dokter Zakir juga melarang masyarakat untuk menggunakan cara tersebut.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Guru Ngaji di Kalsel Lumpuh Setelah Divaksin COVID-19

Ketua Dewan Eksekutif WHO, dr. Patrick Amoth, dalam sebuah postingan di Twitter menyatakan bahwa lemon dan jahe hanya dapat digunakan sebagai penambah kekebalan tubuh, bukan untuk obat infeksi Covid-19.


Melansir dari The National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine, mengonsumsi jahe, memakan akar jahe, menghirup jahe, maupun menambahkan bubuk jahe ke dalam makanan tidak akan menghentikan infeksi virus COVID-19.

Virus COVID-19 akan masuk ke dalam sel dan melakukan replikasi, kemudian memasuki sel baru dan membuat replika lagi, begitu seterusnya.

Jahe tidak dapat menghentikan proses masuknya virus ke dalam sel, begitu pula proses replikasi virus tersebut. Sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah bahwa jahe dapat memicu kekebalan tubuh sehingga tidak dapat terinfeksi COVID-19.

KESIMPULAN

Berdasarkan data yang terkumpul mafindo, dapat disimpulkan bahwa klaim @maskeench adalah tidak benar dan termasuk kategori konten yang menyesatkan. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Bill Gates akan Tarik Semua Peredaran Vaksin COVID-19

Baca Artikel Asli