Febinda Tito Rilis Album 'Terbentur, Terbentur, Terbentur', Kisah Bertahan dari Kegagalan

Sabtu, 24 Januari 2026 - Ananda Dimas Prasetya

MerahPutih.com - Febinda Tito resmi meluncurkan album terbarunya bertajuk Terbentur, Terbentur, Terbentur, sebuah proyek musik yang lahir dari perjalanan panjang menghadapi kegagalan, kelelahan batin, serta upaya bertahan di tengah tekanan ekspektasi hidup dan percintaan yang terus datang silih berganti.

Album ini tercipta melalui proses yang penuh keterbatasan dan ketidakpastian. Digarap dengan pendekatan yang lebih mandiri, Febinda Tito kembali menggandeng Wildan Ruruh dan Windu Airlangga—dua produser yang telah menemaninya sejak rilisan perdana, ketika perjalanan bermusiknya masih berada di fase awal dan serba sederhana.

Bersama-sama, mereka melewati berbagai keraguan, keterbatasan teknis, hingga tekanan emosional di setiap tahap produksi. Proses yang berat tersebut justru membentuk perspektif baru terhadap musik dan jati diri, sekaligus memperdalam kedewasaan artistik Febinda Tito.

Baca juga:

Primitive Monkey Noose Hadirkan Single 'Panen Raya', Suarakan Identitas Agraris dan Maritim Indonesia

Judul Terbentur, Terbentur, Terbentur bukan dimaksudkan sebagai bentuk keluhan, melainkan pengakuan yang jujur—bahwa jatuh bisa terjadi berulang kali, dan bertahan tidak selalu harus ditandai dengan kebangkitan yang spektakuler.

Melalui album ini, Febinda Tito merangkai narasi tentang perasaan yang tak kunjung usai, pengalaman menjadi pilihan kedua, harapan yang tertunda, hingga proses berdamai dengan diri sendiri.

Di tengah ragam emosi tersebut, lagu Damai Sentosa hadir sebagai focus track. Trek bernuansa upbeat ini memberi ruang bernapas sekaligus menghadirkan secercah optimisme di tengah perjalanan yang penuh benturan.

Baca juga:

Lewat Album 'taste', PYC Hadirkan Perjalanan tentang Cinta dan Ketergantungan Emosi

Dari sisi musikal, album ini menampilkan dinamika yang kuat dengan memadukan warna musik band khas era 2000-an dan sentuhan pop modern. Perpaduan tersebut menciptakan spektrum emosi dan energi yang beragam di setiap lagu, sekaligus memperkuat karakter personal dalam karya Febinda Tito.

“Album ini bukan tentang menemukan rumus kesuksesan, melainkan tentang menemani perasaan tidak nyaman yang kebingungan mencari ruang untuk diterima dan dirayakan,” ujar Febinda Tito. (Far)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan