Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Fakta Tentang Sikat Gigi

P Suryo R - Jumat, 29 September 2017

MEMBERSIHKAN gigi dengan menyikat selalu dianjurkan oleh dokter gigi. Paling tidak sehari harus melakukannya dua kali. Umumnya orang menaruh pasta gigi pada sikat, kemudian mulai sibuk dengan menyikat gigi.

Urusan menyikat gigi menjadi sangat umum dan tidak mungkin ditinggalkan oleh semua orang. Bila tidak tentunya kesehatan mulut menjadi terganggu dan yang paling parah adalah bau mulut.

Namun apakah Anda pernah berpikir tentang sikat yang dipakai untuk membersihkan gigi?

Jaman dahulu di India orang menyikat gigi dengan ranting yang dicacah agar seratnya keluar. Sejarah mencatat manusia sudah menyikat gigi 4 ribu tahun sebelum masehi. Bangsa Babylonia dan Mesir sekitar 3500 sebelum masehi sudah menyikat gigi.

Sedangkan bangsa Romawi dan Yunani memakai ranting dan daun untuk membersihkan gigi mereka. Bangsa China membersihkan gigi dengan mengunyah ranting aromatik sekaligus agar nafasnya segar dan wangi.

Di abad 15 bangsa Chinalah yang pertama kali memakai sikat gigi seperti saat ini, yang terbuat dari tulang dan bulu babi hutan. Sedangkan di tahun 1780, William Addis menemukan sikat gigi dari dalam penjara. Sikat gigi modern itu terbuat dari tulang dan bulu babi. Sebelum tahun 1938 ditemukan serat nilon, sikat yang dipakai terbuat dari bulu binatang.

England memproduksi masal sikat gigi di tahun 1780 disusul Amerika seabad kemudian. Saat ini Amerika memproduksi sekitar 25 ribu ton sikat gigi dan menghabiskan lebih dari Rp 11 triliun hanya untuk sikat gigi per tahunnya.

Saat ini sekitar 3,5 triliun orang menggunakan sikat gigi berbanding dengan pengguna gadget yang berjumlah 4 triliun orang.

Sikat elektrik pertama kali diproduksi di tahun 1956 oleh Squibb Company. Sedangkan di Amerika baru tahun 1960 oleh Broxodent. Saat ini sangat banyak pembuat sikat elektrik dengan berbagai modelnya.

Dokter gigi pun lebih menyarankan pemakaian sikat elektrik karena putarannya yang dapat membersihkan gigi lebih baik. Eksperimen membuktikan bahwa 11% lebih baik mengangkat plak ketimbang sikat manual.

Jika memilih sikat gigit, pilihlah yang memiliki bulu halus karena dapat membantu melindungi gusi. Sikat dengan bulu halus pun dapat membersihkan gigi dengan baik, tanpa membuat gusi rusak.

Gantilag sikat gigi Anda saban 2-3 bulan, jangan dipakai terus menerus. Biasanya produsen sikat gigi sudah memberikan tanda untuk mengganti sikat gigi, seperti warna yang memudar jika dipakai. Namun menurut dokter gigi yang terbaik adalah mengganti sikat gigi saban 3-4 minggu sama dengan sebulan sekali. Apalagi jika gusi Anda sensitif, sudah pasti harus diganti dengan yang baru.

Simpanlah sikat gigi di luar toilet, pakailah cap penutup bulu-bulu sikatnya untuk menghindarkan dari pertumbuhan bakteri. Ada anggapan memakai penutup malah membuat bulu-bulu menjadi lembab dan membuat bakteri berkembang biak. Jika membersihkan gigi selalu menghadapkan kepala sikat ke bawah agar semua sisa kotoran terbuang. Jangan sampai satu sikat gigi dengan yang lainnya saling bersentuhan, ini dapat menyebarkan bakteri dan kuman. (psr)

Baca Artikel Asli