MerahPutih.com - Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho meminta Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tidak terlena setelah menjuarai Super 750 Japan Open 2026. Mengingat mereka segera menghadapi tantangan lebih berat sekaligus mempertahankan gelar Super 1000 China Open.
Masih ada China Open setelah ini. Jadi, saya berharap mereka tetap fokus, tidak hilang fokusnya karena walaupun lawan tidak jauh berbeda tapi level turnamennya lebih tinggi, Super 1000. Semoga gelar ini membuat mereka semakin percaya diri,
kata Antonius dalam keterangan resmi PBSI di Jakarta, Senin (20/7), dikutip dari Antara.
Fajar/Fikri hanya mempunyai waktu singkat mengalihkan fokus. China Open dijadwalkan bergulir di Changzhou pada 21–26 Juli setelah tampil di final Japan Open 2026, Minggu (19/7).
Tantangan Lebih Besar di China Open
China Open merupakan turnamen BWF World Tour Super 1000 dengan total hadiah dua juta dolar AS (sekitar Rp36 miliar), satu tingkat di atas Japan Open yang berstatus Super 750.
Baca juga:
Bagi Fajar/Fikri, China Open sangat penting karena mereka datang sebagai juara bertahan.
Fajar/Fikri meraih gelar di China Open 2025 setelah menaklukkan pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 21-15, 21-14 dalam pertandingan final.
Gelar itu diraih ketika keduanya baru menjalani turnamen kedua sebagai pasangan. Fajar/Fikri juga menjadi pasangan ganda putra nonunggulan pertama dalam satu dekade yang mampu menjuarai China Open.
Review Performa di Final Japan Open
Mereka kini menuju Changzhou dengan modal kemenangan atas unggulan pertama sekaligus pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan Kim Won-ho/Seo Seung-jae pada final Japan Open.
Fajar/Fikri mengatasi Kim/Seo dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-17 untuk meraih gelar pertama mereka pada musim 2026.
Sebelum naik podium tertinggi di Tokyo, Fajar/Fikri sempat menembus final Super 750 Singapore Open 2026, tetapi takluk dari pasangan India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dengan skor 21-18, 17-21, 16-21.
“Cukup puas dan senang sekali Fajar/Fikri bisa juara di Japan Open ini. Istilahnya tidak gampang apalagi lawan di final unggulan pertama dan pasangan nomor satu dunia,” ujar Antonius.
Fajar/Fikri bermain dengan sangat bagus, minim melakukan kesalahan sendiri. Saya memang berpesan dari awal untuk mengadu di permainan depan dan tidka banyak melakukan unforced error, ini bisa mereka jalankan dengan baik. Fajar/Fikri bergantian menguasai permainan depan dan tidak membiarkan lawan mengambil alih kendali,
ujarnya menambahkan. (*)