Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Fadli Zon Dorong Musik Indonesia Mendunia, KMI 2026 Siap Digelar di Makassar

Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 18 menit lalu

MerahPutih.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pemerintah terus berupaya memperkuat ekosistem musik Indonesia agar karya musisi lokal mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus memiliki daya saing di tingkat internasional.

Dalam taklimat media mengenai Konferensi Musik Indonesia (KMI) di Jakarta, Selasa, Fadli menyoroti pentingnya memperkuat posisi musik nasional di tengah derasnya arus musik dari berbagai negara.

"Musik Indonesia pertama-tama harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai pasar kita hanya didominasi musik dari luar, entah itu K-Pop, Barat, atau India," katanya.

Baca juga:

Timurnesia, Genre Baru Musik Indonesia Timur Resmi Digaungkan Pemerintah

Menurut Fadli, perkembangan industri musik Indonesia menunjukkan tren yang menggembirakan. Ia menyebut data statistik menunjukkan sekitar 80 persen penduduk Indonesia mendengarkan musik karya musisi dalam negeri.

Ia menilai angka tersebut menjadi pencapaian penting bagi industri musik nasional. Meski demikian, apresiasi terhadap musik dari berbagai negara tetap perlu dijaga sebagai bagian dari keberagaman selera dan genre yang berkembang secara global.

Ini adalah prestasi luar biasa. Artinya, kita tidak sekadar menjadi pasar bagi produk luar, meskipun secara universal kita tetap mengapresiasi keberagaman genre musik dari mana pun,

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.

KMI 2026 Digelar di Makassar pada 30 Oktober–1 November

Sebagai bagian dari upaya memperkuat industri musik nasional, Kementerian Kebudayaan kembali menyelenggarakan Konferensi Musik Indonesia (KMI) pada 2026. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi yang dihasilkan melalui konferensi pada tahun sebelumnya.

KMI 2026 dijadwalkan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 30 Oktober hingga 1 November 2026. Pemilihan kota tersebut dinilai strategis karena Makassar memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas sekaligus penghubung berbagai wilayah di Indonesia Timur.

"Pemilihan Makassar sangat penting, karena merupakan hub utama kawasan Indonesia Timur," kata Fadli.

Ia juga menyoroti perkembangan musik dari kawasan Indonesia Timur yang semakin mendapat perhatian publik. Menurutnya, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas persebaran aktivitas dan peluang di industri musik nasional agar tidak lagi terpusat di Jakarta maupun Pulau Jawa.

"Musik-musik dari Indonesia Timur saat ini sedang naik daun. Momentum ini kita harapkan memutus pola Jakarta-sentris atau Jawa-sentris, sehingga ekosistem musik terhubung merata," tambahnya.

KMI 2026 Bahas Royalti, Hak Cipta, hingga Kecerdasan Buatan

Mengusung tema 'Bergerak Bersama Mengimplementasikan Ekosistem Musik Indonesia yang Berdaulat', KMI 2026 akan mempertemukan sedikitnya 500 delegasi yang mewakili berbagai pemangku kepentingan industri musik dari sejumlah daerah di Indonesia.

Konferensi ini akan membahas sejumlah persoalan yang dinilai penting bagi keberlanjutan industri musik nasional. Pembahasan mencakup tata kelola royalti dan perlindungan hak cipta, pemanfaatan teknologi digital serta kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), kesejahteraan pekerja musik, pengembangan pendidikan dan talenta, hingga keberlangsungan musik tradisi.

Seluruh rangkaian diskusi dan sesi konferensi akan dipusatkan di Hotel Claro Makassar. Sementara itu, pertunjukan musik dan berbagai program yang terbuka untuk publik direncanakan berlangsung di kawasan cagar budaya Benteng Rotterdam.

Baca juga:

AMI Awards 2026 Hadirkan 4 Kategori Baru, Cerminkan Perkembangan Musik Indonesia

Pemerintah Dorong Ekosistem Musik yang Lebih Merata

Fadli menekankan bahwa penguatan ekosistem musik merupakan bagian dari upaya pemajuan kebudayaan nasional yang berlandaskan Pasal 32 Ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Ia menjelaskan, tanggung jawab memajukan kebudayaan tidak hanya berada di tangan Kementerian Kebudayaan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dalam ekosistem musik. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing musik Indonesia di tingkat global sekaligus memperbaiki kesejahteraan para pelakunya.

Pemajuan kebudayaan bukan hanya tugas Kementerian Kebudayaan sendiri, melainkan kerja bersama seluruh ekosistem agar musik nasional berdaya saing global dan menyejahterakan para pelakunya,

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.

Melalui KMI 2026, pemerintah berharap para pemangku kepentingan dapat merumuskan langkah bersama untuk membangun ekosistem musik Indonesia yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

Upaya tersebut juga diharapkan membuka kesempatan yang lebih merata bagi musisi dari berbagai daerah untuk mengembangkan karya dan menjangkau pendengar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional. (Far)

Baca Artikel Asli