MERAHPUTIH.COM - DIREKTUR Rumah Politik Indonesia Fernando Emas mengingatkan pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto agar mengantisipasi berbagai potensi gejolak di dalam negeri di tengah gelombang kerusuhan yang melanda sejumlah wilayah di Eropa.
Fernando menilai situasi di Eropa tidak serta-merta akan memicu gangguan keamanan di Indonesia.
Meski begitu, pemerintah tetap perlu mewaspadai berbagai persoalan domestik yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional.
“Saya berharap situasi beberapa negara yang mengalami kerusuhan karena berbagai persoalan di negaranya tidak akan berdampak terhadap Indonesia,” kata Fernando kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/10).
Ia menegaskan pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan kondisi keamanan yang relatif kondusif. Kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan dinilai penting, mengingat Indonesia juga tengah menghadapi sejumlah persoalan yang perlu ditangani secara serius.
“Namun, perlu kesiapan pemerintahan Prabowo Subianto untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi karena berbagai persoalan sedang melanda Indonesia,” ujarnya.
Baca juga:
Milan Dilanda Kerusuhan Protes Tingginya Biaya Hidup, Toko Dijarah
Bagi Indonesia, situasi tersebut menjadi pengingat bahwa stabilitas nasional perlu dijaga melalui kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi persoalan yang berkembang di masyarakat. Meski tidak memprediksi kerusuhan serupa akan terjadi di Tanah Air, Fernando meminta pemerintahan Prabowo tetap memperhitungkan berbagai kemungkinan.
Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan kerusuhan di Prancis yang dipicu demonstrasi menentang tingginya biaya hidup. Aksi yang berlangsung di sejumlah wilayah itu berkembang menjadi bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan, disertai aksi penjarahan di Paris.
AFP melaporkan hampir 2.400 orang ditangkap pada Sabtu dalam gelombang kerusuhan tersebut. Kementerian Dalam Negeri Prancis juga mencatat hampir 1.000 polisi dan anggota gendarmerie terluka, termasuk tujuh orang yang mengalami luka serius.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam aksi kekerasan tersebut sekaligus menyatakan pemerintah akan memperkuat pengamanan dan mengevaluasi penanganan demonstrasi oleh kepolisian.
Meski mengecam tindakan perusakan dan penjarahan, Macron menekankan perlunya membedakan warga yang menyampaikan aspirasi secara sah dengan kelompok yang melakukan kekerasan. Ia juga menegaskan pelaku perusakan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.(knu)
Baca juga:
Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan