Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Diet Paleo, Meniru Pola Makan ala Prasejarah, Efektifkah?

Dwi Astarini - Senin, 28 Oktober 2019

BERBAGAI metode diet diklaim efektif untuk menurunkan berat badan. Mulai dari south beach diet, OCD, ketogenik, hingga diet paleo. Namun, para ahli sepakat bahwa tak ada satu metode diet yang cocok untuk semua orang. Artinya, beda orang, beda lagi metode diet yang tepat.

Salah satu metode diet yang mulai diperkenalkan ialah diet paleo? Apa sih diet paleo? Apakah aman dan sehat untuk tubuh?

BACA JUGA: Perut Kembung? Atasi dengan Trik Mudah Ini

Dikutip Hellosehat, diet paleolitik, juga dikenal sebagai diet paleo, menggunakan gagasan bahwa pola makan seperti nenek moyang manusia di zaman prasejarah merupakan cara yang efektif dan baik untuk kesehatan tubuh. Pilihan makanan diet unik ini terbatas pada apa saja yang dapat diburu, dipancing, atau dikumpulkan pada zaman prasejarah. Contohnya, daging, ikan, dan sayuran.

fish
Membatasi asupan pada makanan yang bisa ditemukan dan diburu. (foto: pixabay/silverfuchs)

Teori dasar diet paleo ialah peningkatan angka kejadian penyakit pada masyarakat sekarang disebabkan revolusi pertanian yang menambahkan produk-produk olahan seperti mentega dan susu serta bahan-bahan kimia seperti pengawet dan pemanis buatan ke pola makan.

Hal itu menyebabkan sejumlah penyakit dan kondisi kronis, mulai dari obesitas hingga alergi. Namun, apakah diet paleo aman untuk kesehatan manusia modern?

Faktanya, manfaat kesehatan diet paleo hingga saat ini belum terbukti. "Memang benar leluhur kita makan dengan pola ini dan tidak mengalami penyakit kronis seperti masa kini. Namun, bukan berarti pola makan merupakan alasan dari keadaan itu," jelas Christopher Ochner, MD, peneliti di New York Obesity Nutrition Research Center di St Luke's and Roosevelt Hospitals, seperti dilansir Health.

Ochner juga menyebut bahwa penyimpulan bahwa pola makan ala manusia prasejarah tidak menyebabkan penyakit kronis sama kelirunya dengan menyebut bahwa manusia modern hidup tiga kali lebih lama ketimbang manusia purba karena makan makanan saji cepat.

Oleh karena itu, sejumlah studi telah mencoba mencari tahu apakah diet paleo ini merupakan pola makan yang lebih sehat buat manusia.

burgers
Sisi baiknya, menjalankan diet paleo membuat kamu memutus rantai konsumsi makanan saji cepat. (foto: pixabay/kendallpools)

Sebuah studi kecil yang dimuat di jurnal Diabetologia menemukan bahwa diet paleo meningkatkan kadar gula darah dalam 12 minggu ketimbang diet ala Mediterania yang membolehkan pelaku diet memakan susu rendah lemak, minyak, dan serelia. Meskipun demikian, studi itu masih perlu dikembangkan.

Sisi baiknya, karena diet paleo memaksa kamu menghentikan makanan saji cepat, itu berarti kamu mengurangi jumlah garam (sodium) yang masuk ke tubuh. Selain itu, menghindari makan olahan juga berarti memasak sendiri makananmu. Studi oleh Public Health Nutrition menyebut mereka yang memasak sendiri makanan mereka setidaknya 5 kali seminggu punya peluang 47% masih hidup di 10 tahun mendatang.

Meskipun punya sisi baik, amat sulit untuk benar-benar meniru pola makan kaum prasejarah. Hal itu mengingat di zaman dulu tidak ada ternak sapi, susu, keju, dan serelia. Selain itu, sejumlah jenis tanaman juga sudah hilang atau punah.

Jadi diet paleo punya kelebihan dalam hal memutus konsumsi makanan saji cepat dan olahan yang notabene tidak sehat. Di lain hal, diet ini tidak mudah dijalani dan membutuhkan komitmen yang amat besar untuk menjadikannya gaya hidup.(*)

>BACA JUGA: Rp4,6 Miliar untuk Sehelai Kardigan Bolong Kurt Cobain

Baca Artikel Asli