Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Danantara Jadi Orkestrator Rencana Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, PLN Jadi Pembeli

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026

MerahPutih.com - Program pengembangan nuklir diklaim sudah memiliki arah yang konkret melalui identifikasi lokasi dan masuknya rencana pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN periode tahun 2025 hingga 2034.

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia mengungkapkan, pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN penting bagi ketahanan energi nasional.

"Yang pertama jelas ketahanan energi, karena PLTN atau nuclear power plant hampir semua negara maju itu, untuk kebutuhan perdamaian atau peace. Bahkan negara seperti Uni Emirat Arab sebagai negara yang kaya minyak dia sudah memiliki nuclear power plant," ujar Managing Director Industrialization Danantara Indonesia Ardy Muawin dalam gelaran Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026, di Jakarta, Selasa.

Menurut Ardy, salah satu hal paling penting terkait dengan PLTN yakni transfer teknologi, di mana Indonesia tidak hanya menjadi operator atau user dari nuclear power plant, tapi Indonesia juga bisa punya keahlian (mastery) dalam power plant.

Baca juga:

Kemampuan Intai di Kawasan Pasifik Lemah, Jepang Betekad Miliki Kapal Selam Nuklir

"Tadi sudah disampaikan, dulu Amerika Serikat kirim ke Korea Selatan, Korea Selatan bisa mengembangkan versi terbarunya. Indonesia sendiri sudah punya reaktor nuklir pada tahun 1960an, sebenarnya cita-cita itu sudah ada. Danantara nanti kami bisa menjadi orkestrator setelah regulasinya ada dan pemerintah sudah memutuskan langkah ke depannya," katanya.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), PLTN sudah menjadi target. Danantara menunggu keputusan pemerintah bagaimana terkait dengan nuclear power plant itu sendiri. Begitu ada keputusan dari pemerintah tentunya Danantara memiliki ekosistem.

"Dari off-taker ada PLN, terus kemudian nanti PLN juga bisa yang nanti mendistribusikan. Tentunya nanti kita juga bisa koordinasi dengan BRIN atau instansi terkait yang memang bidang ini. Jadi kami bisa dari sisi nanti orkestrasi keseluruhan dan juga nanti ke depannya pembiayaan dan juga kemitraan (partnership)," kata Ardy.

PLTN juga menjadi salah satu cantolan untuk teknologi-teknologi turunan, karena banyak industri yang juga terkait dengan teknologi nuklir seperti industri kesehatan (medical).

"Jadi bukan hanya terkait dengan listriknya, tapi transfer teknologi dan industri yang berkembang karena penguasaan teknologi nuklir itu sendiri," ujarnya.

Baca Artikel Asli