MerahPutih.com - Pemerintah ingin melakukan evaluasi Perusahaan Listrik Negara mampu menghadapi berbagai kondisi yang berpotensi mengganggu operasional kelistrikan di seluruh Indonesia.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani meminta PT PLN (Persero) menyempurnakan rencana cadangan untuk mengantisipasi kondisi darurat, termasuk potensi gangguan layanan listrik, pemadaman atau blackout.
Ia mengakui, PLN sebenarnya telah memiliki mekanisme antisipasi untuk menghadapi situasi darurat. Namun, rencana tersebut masih perlu disempurnakan untuk memastikan kesiapan perusahaan menghadapi berbagai kemungkinan.
Pasti sudah ada tapi yang itu perlu disempurnakan lah,
katanya.
Baca juga:
Rekam Jejak Suroso Isnandar, Mantan Teknisi Listrik yang Kini Jadi Bos PLN
Selain kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, pembahasan tersebut mencakup evaluasi model bisnis PLN untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan.
Rosan mengatakan, Danantara akan melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan jajaran PLN untuk menyusun usulan transformasi yang akan disampaikan kepada Presiden.
Evaluasi tersebut diharapkan dapat membuat pengelolaan PLN lebih efisien sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional
ujarnya dalam konteks pembahasan transformasi menyeluruh PLN bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta (15/10).
Direktur Utama PLN Suroso Isnandar mengakui, gangguan listrik di Batam terjadi akibat masalah pada salah satu transformator.
Kami menyadari banyak yang harus di-improve, termasuk yang ada di Batam ini, sehingga kemarin itu ada gangguan di salah satu transformator menyebabkan padam yang mengurangi pelayanan dalam masyarakat,
ujarnya.