Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Boikot Grammy oleh BTS Meluas, Recording Academy tak Punya Banyak Pilihan untuk Kategori Asian Pop

Dwi Astarini - 2 jam, 37 menit lalu

MERAHPUTIH.COM — BOIKOT BTS terhadap ajang Grammy meluas. Keputusan BTS memboikot Grammy ini sebagai respons atas kategori musik pop Asia yang baru diperkenalkan Recording Academy tahun depan. Kini, aksi boikot itu berkembang menjadi sikap bersama di seluruh industri. Para artis dari empat perusahaan hiburan terbesar di Korea dilaporkan memilih untuk tidak mengajukan karya musik mereka demi mendapatkan nominasi.

Menurut situs analisis Grammy, The Grammy Guru, pada Kamis lalu, tidak ada artis yang diwakili HYBE, YG Entertainment, JYP Entertainment, atau SM Entertainment yang mengajukan lagu untuk kategori Best Asian Pop Music Performance pada ajang Grammy Awards ke-69 yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.

Recording Academy baru-baru ini memperkenalkan kategori tersebut untuk mencakup genre pop Asia termasuk K-pop, J-pop, dan C-pop. Namun, langkah itu memicu perdebatan mengenai apakah mengelompokkan artis-artis Asia ke kategori berbasis wilayah justru dapat memisahkan mereka dari kompetisi Grammy yang lebih luas, bukannya memperluas pengakuan terhadap mereka.

Baca juga:

Ikuti Langkah BTS, Stray Kids Boikot Grammy




Diawali Boikot oleh BTS


BTS sebelumnya menyatakan tidak akan mengajukan karya musik mereka untuk dipertimbangkan di Grammy. Itu menjadi sebuah langkah yang dinilai sebagai aksi protes terhadap kategori pop Asia baru yang dihadirkan ajang penghargaan tersebut.

"Kami berharap musik dapat didengar dan dicintai karena musik itu sendiri, bukan dipisahkan berdasarkan wilayah atau bahasa," ungkap grup tersebut saat menjelaskan keputusan mereka.

Agensi BTS, BigHit Music, merupakan label di bawah naungan HYBE, dan artis-artis dari label HYBE lainnya, termasuk Belift Lab, ADOR, dan Source Music, juga tidak mengajukan lagu untuk kategori tersebut.

Artis-artis yang diwakili YG Entertainment, JYP Entertainment, dan SM Entertainment serupa menolak berpartisipasi dalam kategori ini. Hal itu membuat beberapa grup K-pop paling terkemuka secara global, seperti BLACKPINK, TWICE, Stray Kids, dan Hearts2Hearts, absen dari daftar pengajuan nominasi.


Recording Academy Kekurangan Pilihan



Absennya para artis secara kolektif ini sangat mencolok mengingat riwayat hubungan yang rumit antara Grammy dan K-pop. Meskipun genre ini memiliki jangkauan komersial dan pengaruh budaya yang sangat besar secara global, ajang penghargaan tersebut berulang kali menghadapi kritik dari penggemar K-pop serta para pengamat atas apa yang mereka nilai sebagai terbatasnya pengakuan terhadap para artis Korea di kategori-kategori utama.

BTS, salah satu artis Korea paling sukses secara komersial di dunia, telah menerima beberapa kali nominasi Grammy tetapi belum pernah memenangi penghargaan.

Pengenalan kategori khusus pop Asia kini menghidupkan kembali perdebatan tersebut. Meskipun kategori terpisah dapat memberikan visibilitas yang lebih besar bagi pop Asia di Grammy, para kritikus mempertanyakan apakah mendefinisikan musik berdasarkan geografi dan bahasa justru dapat menciptakan jalur terpisah bagi artis-artis yang sebenarnya sudah bersaing di arus utama (mainstream) global.

Kini, pihak Recording Academy menghadapi kenyataan makin sedikit artis yang pantas untuk masuk kategori baru nan kontroversial tersebut. Meski demikian, pihak penyelenggara tidak mengurungkan pelaksanaan kategori itu.

Ajang Grammy Awards ke-69 akan berlangsung di Crypto.com Arena, Los Angeles, pada 7 Februari 2027.(dwi)

Baca juga:

BTS Boikot Grammy, Muak atau sudah tak Perlu Pengakuan?

Baca Artikel Asli