MerahPutih.com - Momen makan malam romantis nan krusial antara Presiden ketujuh RI Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto di kediaman Kertanegara, Selasa (6/10) malam kemarin langsung memantik sorotan tajam publik.
Pertemuan dua tokoh ini menjadi buah bibir hangat lantaran waktunya mengekor pas pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Baca juga:
MK Tidak Temukan Bukti Ijazah SMA, Wapres Gibran Siap Atur: Nanti Segera Kami Follow-up
Agenda Makan Malam Privat Berdua
Ketika dikonfirmasi awak media, dikutip Rabu (7/10), Ketua Bidang Politik DPP Partai Solidaritas Indonesia, Bestari Barus, mengonfirmasi kebenaran agenda silaturahmi politik yang berlangsung tertutup dan sangat eksklusif itu.
Ya betul, makan malam beliau berdua,
Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus
Meski momennya barengan, Bestari membantah keras tudingan bahwa agenda makan malam di Kertanegara tersebut khusus dirancang buat membicarakan polemik dokumen ijazah Gibran.
Baca juga:
MK Bentar Lagi Bacakan Putusan Ijazah Gibran Pukul 20.00 WIB, Ini Reaksi Prabowo!
Terlalu Sepele Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
Menurut Bastari, persoalan keabsahan ijazah luar negeri milik Sang Wapres tergolong urusan sepele jika dibandingkan dengan kerumitan dinamika perekonomian global dan tantangan nasional saat ini.
Kalaupun diobrolin ya terlalu kecil mengobrolkan soal itu dibandingkan permasalahan-permasalahan persoalan bangsa yang mereka diskusikan, gitu loh,
Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus
Bestari menjamin pertukaran pikiran di meja makan Kertanegara itu murni bertumpu pada arah kebijakan strategis pembangunan negara demi menjaga stabilitas politik pemerintahan, bukan tetap ijazah Gibran.
Baca juga:
Namun, Bestari tidak sepenuhnya menyangkal kemungkinan jika topik sidang MK sempat terucap sekilas di sela-sela obrolan santai kedua pemimpin tersebut.
"Saya kira Pak Prabowo dan Pak Jokowi itu diskusinya masalah-masalah persoalan bangsa lah, gitu loh. Ya kalaupun ada mungkin itu terselip, tetapi bukan itu yang utama lah," tandasnya. (*)