Merahputih.com - Tragedi kelam kembali mencoreng dunia sepak bola Tanah Air setelah seorang Bobotoh tewas dibacok usai menyaksikan laga tandang Persib Bandung di Bogor.
Menanggapi insiden berdarah yang merenggut nyawa suporter Persib berinisial ARK (16), Ketum PSSI sekaligus Menpora Erick Thohir langsung bertindak cepat mendesak kepolisian untuk turun tangan.
Insiden suporter Persib meninggal ini terjadi ketika ARK dalam perjalanan pulang usai menonton duel sengit antara Garudayaksa FC kontra Persib di Stadion Pakansari, Cibinong. Nasib nahas menimpa remaja tersebut saat ia ditemukan bersimbah darah di Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 51 pada hari Minggu (25/10).
Baca juga:
Detik-Detik Mengerikan Bobotoh Tewas Dibacok Usai Menonton Persib di Stadion Pakansari
Langkah sigap Erick Thohir telepon Kapolres Bogor menjadi sinyal bahwa PSSI menuntut kejelasan hukum, apakah tragedi suporter sepak bola ini murni tindak kejahatan jalanan atau ada motif kebencian antarkelompok pendukung.
Saya tadi telepon Pak Kapolres langsung, Pak Arfan (Zulkan Sipayung) untuk meminta agar penanganan kasus dilakukan tegas. Saya bilang, 'Pak, tolong tindak lanjuti pasti seperti apa. Apakah ini kriminal murni atau ketidaksukaan atas suporter?',
tegas Erick.
Batas Tegas Sanksi Klub dan Ranah Pidana

Dalam merespons kasus ini, Erick Thohir memberikan garis pembatas yang jelas antara tindak kriminalitas di ruang publik dan pelanggaran di dalam area stadion.
Jika kekerasan berdarah seperti ini terjadi di luar area pertandingan, ranahnya murni berada di tangan kepolisian.
Namun, bila insiden serupa pecah di dalam stadion, pihak klub dan suporter harus memikul tanggung jawab penuh.
Erick tidak main-main soal kedisiplinan. Ia bahkan siap menjatuhkan sanksi PSSI pengurangan poin secara besar-besaran agar klub merasakan efek jera yang nyata.
"Kalau masih terjadi di dalam lapangan, itu pasti tanggung jawab klub dan suporter, dan akhirnya bisa dikurangi poin. Kalau masih terjadi hal seperti Kanjuruhan, mohon maaf, sudah lah pengurangan poin sebanyak-banyaknya saja biar ada efek jera," ujar mantan Presiden Inter Milan tersebut.
Keselamatan Penonton Harga Mati
Bagi PSSI, nyawa manusia jauh lebih berharga dari sekadar fanatisme pertandingan 90 menit di lapangan hijau. Mengamankan alur kedatangan hingga kepulangan para pendukung harus menjadi prioritas mutlak bagi setiap panitia penyelenggara.
Baca juga:
Pembacok Bobotoh Muda ARK Buang Celurit di Jalan, Sembunyi 4 KM dari TKP
Erick menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus ARK kepada pihak Polri agar keadilan segera ditegakkan bagi keluarga korban.
"Suporter itu harus bisa pulang ke rumah dengan selamat," jelas Erick.